Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Ini yang akan Anda Rasakan Saat Arteri Mengeras karena Kolesterol Tinggi

Kamis 19 May 2022 19:25 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti

Ini yang akan Anda rasakan saat arteri mengeras karena kolesterol tinggi. (Ilustrasi)

Ini yang akan Anda rasakan saat arteri mengeras karena kolesterol tinggi. (Ilustrasi)

Foto: Newstoday
Ada dua sensasi yang bisa muncul dan dirasakan tubuh.

REPUBLIKA CO.ID, JAKARTA -- Masalah kolesterol tinggi bisa memicu terjadinya penumpukan deposit lemak seperti kolesterol pada dinding arteri. Kondisi ini bisa memicu pengerasan dan penyempitan pada arteri. Bila hal ini sudah terjadi, ada dua sensasi yang mungkin dirasakan oleh tubuh.

Kadar kolesterol yang tinggi biasanya tidak memunculkan gejala. Namun seiring waktu, kolesterol tinggi yang terabaikan bisa memicu terjadinya komplikasi seperti penyakit arteri perifer (PAD).

Ketika PAD sudah terjadi, UC Davis Vascular Center mengungkapkan bahwa ada dua sensasi yang bisa muncul dan dirasakan tubuh. Kedua sensasi tersebut adalah rasa lelah dan rasa terbakar yang bisa dirasakan pada area bokong, paha, dan/atau betis.

Selain kadar kolesterol yang tinggi, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko PAD. Sebagian dari faktor risiko tersebut adalah usia, kebiasaan merokok, diabetes, dan kegemukan atau obesitas.

Faktor lain yang juga dapat memicu PAD adalah gaya hidup sedentari, tekanan darah tinggi, serta riwayat aterosklerosis atau klaudikasio pada keluarga.

Untuk mencegah terjadinya PAD atau beragam komplikasi lain terkait kolesterol tinggi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Salah satu di antaranya adalah mendeteksi sedini mungkin masalah kolesterol tinggi. Semakin dini kolesterol tinggi terdeteksi, semakin cepat pula terapi pengobatan bisa diberikan untuk mengendalikan kadar kolesterol.

Selain itu, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari atau dibatasi untuk mencegah peningkatan kadar kolesterol. Salah satu di antaranya adalah lemak jenuh, yaitu jenis lemak yang umum ditemukan pada mentega, minyak babi, ghee, daging berlemak, dan keju.

Makanan yang mengandung lemak tak jenuh bisa menjadi alternatif yang lebih sehat. Beberapa contoh makanan yang mengandung lemak tak jenuh adalah minyak zaitun, minyak bunga matahari, alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, serta ikan berlemak.

"Ikan berlemak merupakan sumber lemak tak jenuh sehat yang baik, khususnya untuk jenis yang bernama lemak omega-3," ungkap Heart UK seperti dilansir Express, Kamis (19/5/2022). 

Ada beragam opsi ikan berlemak yang bisa dikonsumsi dalam keseharian. Sebagian diantaranya adalah salmon, haring, makarel, sarden, dan pilchard.

"Coba konsumsi dua porsi ikan per pekan, salah satu dari ikan tersebut harus ikan berlemak," jelas Heart UK.

Selain mengatur pola makan, latihan fisik teratur juga sangat dianjurkan untuk mengelola kadar kolesterol. Lakukan latihan fisik setidaknya 150 menit per pekan. 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA