Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Polisi Klaim Kantongi Akun Pelaku Teror Bom Kedubes Belarusia

Jumat 20 May 2022 00:51 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Andri Saubani

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan saat konferensi pers terkait penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (10/1). Velline Chu bersama suaminya berinisial BH ditangkap pihak kepolisian di kediamannya yang berlokasi di Jati Sampurna, Kota Bekasi pada Sabtu (8/1) sekitar pukul 22.00 WIB terkait kasus penyalahgunaan narkotika, selain itu polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain satu klip sabu dengan berat bruto 0,08 gram, pipet kaca, bong kaca, bong plastik hingga handphone.Prayogi/Republika.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan saat konferensi pers terkait penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (10/1). Velline Chu bersama suaminya berinisial BH ditangkap pihak kepolisian di kediamannya yang berlokasi di Jati Sampurna, Kota Bekasi pada Sabtu (8/1) sekitar pukul 22.00 WIB terkait kasus penyalahgunaan narkotika, selain itu polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain satu klip sabu dengan berat bruto 0,08 gram, pipet kaca, bong kaca, bong plastik hingga handphone.Prayogi/Republika.

Foto: Prayogi/Republika.
"Kita sudah tahun dari akun mana, tentunya akan kita dalami," kata Zulpan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya menyelidiki pelaku teror bom ke kedutaan Belarusia melalui surat elektronik atau email. Pihak kepolisian sendiri mengeklaim telah mem-profiling akun peneror bom tersebut.

"Iya tentu (diburu) kita akan melihat sumber ancamanya. Kita sudah tahu dari akun mana, tentunya akan kita dalami," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan, Kamis (19/5/2022).

Baca Juga

Zulpan membenarkan bahwa ada amcaman melalui media elektronik yang ditujukkan ke kedubes Belarusia di Jalan Patra Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (18/5/2022. Setelah mendapatkan laporan adanya ancaman bom tersebut, pihaknya langsung menerjunkan tim penjinak bom. 

"(Hasilnya) idak ditemukan adanya bahan-bahan peledak yang lain," ungkap Zulpan. 

Kemudian, kata Zulpan, pihaknya masih mendalami motif ancaman atau teror bom tersebut. Namun apapun motif yang melatarbelakangi pelaku, Zulpan menegaskan, tidak dibenarkan bercanda dengan melakukan teror. Apalagi terhadap kedutaan negara asing. 

"Tentunya ini akan menimbulkan suatu ketakutan bagi yang diancam," tegas Zulpan. 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA