Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

CSIS: PDIP Bimbang Usung Puan atau Ganjar di Pilpres 2024

Kamis 19 May 2022 17:04 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Agus raharjo

Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS Arya Fernandes memberikan paparan hasil survey CSIS terhadap Calon Gubernur DKI di Jakarta, Senin (25/1).

Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS Arya Fernandes memberikan paparan hasil survey CSIS terhadap Calon Gubernur DKI di Jakarta, Senin (25/1).

Foto: Republika/ Wihdan
PDIP belum umumkan koalisi diduga karena terhambat negosiasi dengan Gerindra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Center for Strategic and Internasional Studies (CSIS), Arya Fernandes menilai ada sejumlah alasan yang membuat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum menentukan atau mengumumkan koalisi untuk Pemilu 2024. Salah satu alasannya adalah ihwal sosok yang akan diusung dalam pemilihan presiden (Pilpres).

Menurutnya, masih ada kebimbangan di internal PDIP untuk mengusung Ketua DPR Puan Maharani atau Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024. Sebab, dua nama tersebut memiliki poin-poin pertimbangan dalam penjajakan koalisi nanti.

Baca Juga

"Kalau saya melihat situasi psikologis, Bu Mega masih memberikan kesempatan, baik kepada Mbak Puan maupun Pak Ganjar untuk mendapatkan dukungan publik," ujar Arya dalam sebuah diskusi daring, Kamis (19/5/2022).

Ganjar dinilai memiliki poin lebih dalam rekam jejak dan elektabilitasnya yang tinggi dalam banyak hasil survei. Sedangkan Puan yang merupakan trah langsung Soekarno dinilai dapat mewarisi kepemimpinan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Itu yang membuat PDIP masih belum menjelaskan, yang membuat PDIP masih mengulur," ujar Arya.

Terakhir, ia menilai masih adanya hambatan dalam negosiasi antara PDIP dengan Partai Gerindra. Meskipun kedua partai kerap menunjukkan keakrabannya, masih adanya pembicaraan terkait sosok yang akan dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Kendati demikian, Megawati memiliki hak prerogatif dalam menentukan siapa sosok yang akan diusung PDIP dan partai mana yang akan diajak berkoalisi untuk Pemilu 2024. Presiden ke-5 Republik Indonesia itu dinilainya masih menyaring aspirasi dari elite partai berlambang kepala banteng itu.

"Jadi belum jelasnya pembicaraan negosiasi dengan Gerindra yang membuat PDIP masih belum menunjukkan sikap. Saya kira Bu Mega akan mempertimbangkan suara ini, elite PDIP Perjuangan," ujar Arya.

Terpisah dikonfirmasi, politikus PDIP Junimart Girsang menjelaskan urusan terkait koalisi adalah ranah Megawati sebagai ketua umum partai. Meski belum mengumumkan hal-hal yang terkait dengan Pemilu atau Pilpres, PDIP disebutnya siap berkontestasi di 2024.

"PDIP itu partai yang betul-betul siap dengan pesta demokrasi, kalau masalah koalisi nanti saja itu menjadi kewenangan Ibu Ketua Umum," ujar Junimart.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA