Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Enam Mahasiswa UMM Raih Beasiswa IISMA 2022

Kamis 19 May 2022 15:40 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq

Rezky Raudatur Rahmi termasuk salah satu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang meraih beasiswa Indonesian International Student Mobility Award (IISMA) 2022.

Rezky Raudatur Rahmi termasuk salah satu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang meraih beasiswa Indonesian International Student Mobility Award (IISMA) 2022.

Foto: Humas UMM
Beasiswa ini memungkinkan mahasiswa untuk merasakan studi di luar negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Enam mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses meraih beasiswa Indonesian International Student Mobility Award (IISMA) 2022 dari Kemendikbud-Ristek Republik Indonesia. Para mahasiswa tersebut akan berangkat ke kampus dan negara tujuan masing-masing pada semester depan.

Koordinator program mobilitas internasional mahasiswa International Relation Office (IRO) UMM, Very Kurnia Aditama menjelaskan, beasiswa ini memungkinkan mahasiswa untuk merasakan studi di luar negeri. Mereka juga akan dibiayai oleh pemerintah tanpa harus melakukan cuti.

"Hal tersebut dikarenakan agenda tersebut menjadi bagian dari implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)," katanya. Very menilai IISMA 2022 lebih kompetitif ketimbang tahun lalu.

Terlihat dari perbedaan jumlah pendaftar yang awalnya 2.000 mahasiswa pada 2021 menjadi 7.000 mahasiswa pada tahun ini. Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi juga lebih detail dan ketat.

Adapun pada tahun ini, terdapat 43 mahasiswa UMM yang mendaftar dan enam di antaranya diterima di universitas tujuan. Mereka diterima di Hanyang University Korea Selatan, University of Liverpool, dan University if Szeged Hungaria.

Adapula yang ke Universiti Teknologi Malaysia dan University of Sussex, Inggris. Sebelumnya, pria kelahiran Bojonegoro tersebut mengatakan, ia dan tim sudah memberikan pelatihan bahasa selama dua bulan sebelum para mahasiswa mendaftar.

Tidak hanya pelatihan IELTS, tapi juga TOEFL bahkan duolingo. Harapannya, ada banyak yang terjaring ke tahap wawancara dan akhirnya diterima di salah satu tujuan universitas masing-masing mahasiswa.

Satu kendala yang Very dan tim temui adalah persiapan berkas. Selain banyak yang harus disiapkan, prosesnya juga panjang dan butuh ketelitian. Apalagi banyak dari mahasiswa yang berada di luar kota Malang, sehingga prosesnya cukup memakan waktu.

Meski begitu, semua bisa diatasi dan selesai tepat waktu. Dia berharap antusiasme mahasiswa bisa meningkat pada pendaftaran tahun depan. Dengan demikian, semakin banyak yang turut serta dan memperbesar kemungkinan untuk diterima.

Selain itu, peran kampus menjadi salah satu hal penting agar potensi dan kesempatan mahasiswa untuk merasakan studi di luar negeri semakin besar. "Semoga di IISMA selanjutnya, UMM bisa mengirimkan lebih banyak mahasiswa untuk belajar,” ujarnya.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA