Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Kena Covid-19 Setelah Vaksinasi Lengkap Lebih Baik dari Booster Kedua?

Kamis 19 May 2022 14:24 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Ilmuwan pelajari perbedaan antibodi dari kasus infeksi setelah vaksinasi dan booster.

Ilmuwan pelajari perbedaan antibodi dari kasus infeksi setelah vaksinasi dan booster.

Foto: Pxhere
Ilmuwan pelajari perbedaan antibodi dari kasus infeksi setelah vaksinasi dan booster.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Infeksi breakthrough merupakan infeksi Covid-19 yang mengenai individu yang sudah divaksinasi. Menurut dua studi terbaru, infeksi breakthrough dapat memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan booster kedua bagi individu yang sudah divaksinasi.

Salah satu studi dilakukan oleh perusahaan bioteknologi asal Jerman BioNTech SE, sedangkan studi kedua dikerjakan oleh University of Washington bersama dengan Vir Biotechnology. Kedua studi ini dilakukan untuk mempelajari respons imun dari berbagai kelompok masyarakat berdasarkan status vaksinasi dan infeksi.

Baca Juga

Dilansir dari NBC News, Kamis (19/5/2022), studi yang dilakukan oleh BioNTech SE menemukan bahwa pasien infeksi breakthrough yang terinfeksi oleh varian Omicron memiliki respons sel B yang lebih baik dibandingkan individu yang menerima booster kedua namun tidak terinfeksi varian Omicron setelahnya. Sel B merupakan suatu jenis sel darah putih yang menjadi bagian dari sistem imun tubuh dan berpran dalam membantu produksi antibodi.

Studi yang dilakukan oleh University of Washington menemukan bahwa pasien infeksi breakthrough yang terineksi varian Omicron memproduksi antibodi yang dapat memberikan perlindungan terhadap beragam varian SARS-CoV-2 lain. Akan tetapi, individu yang tidak divaksinasi dan terinfeksi Omicron tidak menunjukkan respons imun yang sama.

Terlepas dari adanya perbedaan ini, imunitas yang terbentuk dari pemberian booster atau riwayat infeksi breakthrough sama-sama tidak bertahan lama. Imunitas ini cenderung menurun setelah beberapa bulan berlalu.

Negara seperti Amerika Serikat saat ini sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 pada musim gugur. Sebagai bagian dari persiapan ini, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah memperbarui panduan pemberian vaksin booster.

Menurut panduan terbaru ini, individu yang sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan booster namun baru terinfeksi Covid-19 dalam tiga bulan terakhir disarankan untuk menunda mendapatkan booster. Menurut panduan CDC, warga yang dapat menerima booster kedua adalah warga berusia 50 tahun ke atas.

CDC menekankan, pemberian booster kedua tetap menjadi upaya yang penting dalam menghadapi lonjakan kasus. Gedung Putih memperkirakan bahwa lonjakan kasus yang akan datang dapat membuat total jumlah kasus Covid-19 membesar dua kali lipat dibandingkan kasus yang terdeteksi saat ini yaitu lebih dari 82 juta kasus.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA