Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Pembawa Jenazah Shireen Abu Akleh Ditangkap Israel

Kamis 19 May 2022 12:07 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Friska Yolandha

Polisi Israel menyerang pelayat saat mereka membawa peti jenazah jurnalis veteran Aljazirah yang terbunuh Shireen Abu Akleh selama pemakamannya di Yerusalem timur, Jumat, 13 Mei 2022.

Polisi Israel menyerang pelayat saat mereka membawa peti jenazah jurnalis veteran Aljazirah yang terbunuh Shireen Abu Akleh selama pemakamannya di Yerusalem timur, Jumat, 13 Mei 2022.

Foto: AP Photo/Maya Levin
Penangkapan diduga karena Abu Khudeir memiliki koneksi ke organisasi teroris.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Seorang pengusung jenazah di pemakaman Shireen Abu Akleh yang diserang secara brutal oleh polisi Israel saat membawa peti mati ditangkap. Amr Abu Khudeir (34 tahun) ditangkap di rumahnya di Shuufat di Yerusalem Timur yang diduduki oleh otoritas Israel pada Senin dini hari.

"Dia telah ditahan di sel isolasi dan berulang kali di introgasi tentang peristiwa seputar pemakaman,“ kata menurut pengacaranya, Khaldoun Najim dilansir dari Alarabiya, Kamis (19/5/2022).

Baca Juga

Pengacara itu mengatakan Abu Khudeir, ayah dari dua anak, menghadiri sidang pengadilan pada Senin dan penahanannya diperpanjang hingga Ahad. Sel tempat ia ditahan berukuran 2x1 meter persegi.

Wartawan veteran Aljazirah berusia lima puluh satu tahun Shireen Abu Akleh dibunuh oleh pasukan Israel saat meliput serangan di kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat yang diduduki Rabu (11/5/2022) lalu. Kematiannya dan kebrutalan polisi Israel terhadap pelayat di pemakamannya telah memicu kemarahan internasional.

Abu Khudeir, sejauh ini, adalah satu-satunya pengusung jenazah di pemakaman Abu Akleh yang ditangkap. "Pihak berwenang Israel menuduh dia memiliki koneksi ke organisasi teroris," kata pengacara, yang menolak tuduhan ini.

Ini bukan pertama kalinya pria 34 tahun, seorang aktivis terkenal, ditangkap oleh polisi Israel, menurut Aljazirah. 

Dalam 48 jam terakhir, pasukan Israel juga telah menangkap lebih dari 50 orang di Yerusalem setelah pemakaman Walid Al-Sharif Palestina berusia 23 tahun pada Senin malam. Pemuda itu meninggal karena luka yang disebabkan oleh polisi Israel di kompleks  Al-Aqsa beberapa minggu sebelumnya.

Polisi Israel melemparkan granat kejut, gas air mata dan menembakkan peluru berlapis karet ke arah pelayat selama pemakaman Sharif.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA