Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Komentar Pejabat Ukraina Tentang Serangan ke Kereta Lapis Baja Saling Bertentangan

Kamis 19 May 2022 11:29 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha

Pasukan Rusia berjalan di bagian yang hancur dari Pabrik Metalurgi Pekerjaan Besi & Baja Illich di Mariupol, di wilayah di bawah pemerintahan Republik Rakyat Donetsk, Ukraina timur, Rabu, 18 Mei 2022. Foto ini diambil selama perjalanan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Rusia.

Pasukan Rusia berjalan di bagian yang hancur dari Pabrik Metalurgi Pekerjaan Besi & Baja Illich di Mariupol, di wilayah di bawah pemerintahan Republik Rakyat Donetsk, Ukraina timur, Rabu, 18 Mei 2022. Foto ini diambil selama perjalanan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Rusia.

Foto: AP Photo
Serangan itu dilakukan di Kota Mariupol yang diduduki Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Pasukan Pertahanan Wilayah Ukraina mengatakan pasukannya meledakan kereta lapis baja yang membawa pasukan Rusia. Tapi penasihat Presiden Volodymyr Zelinskyy kemudian mengatakan serangan itu terbatas pada rel dekat kereta.

Laporan pasukan pertahanan yang diunggah di Facebook belum dapat diverifikasi secara independen. Mereka mengatakan serangan itu digelar di wilayah Kota Mariupol yang diduduki Rusia.

Baca Juga

Kota yang masuk wilayah Zaporizhzhia dan sabuk selatan Ukraina itu diduduki pasukan Rusia sejak invasi dimulai 24 Februari lalu. Pasukan pertahanan merupakan cabang pasukan cadangan Angkatan Bersenjata Ukraina.

Dalam unggahannya di media sosial, Rabu (18/5/2022) waktu setempat mereka mengatakan telah meledakan bahan peledak di bawah gerbong yang membawa personel militer. Pasukan pertahanan tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai kerusakan yang ditimbulkan ledakan tersebut.

Namun beberapa jam kemudian, penasihat presiden  Oleksiy Arestovych memberikan penjelasan yang berbeda. Ia mengatakan pasukan Ukraina meledakan rel yang akan dilalui kereta.

"Para partisan mendapatkannya, walaupun mereka tidak meledakan kereta lapis baja itu sendiri," kata Arestovych dalam video yang diunggah di media sosial. Ia mengatakan para Rusia turun dengan ringan.

Arestovych mengatakan peristiwa itu menunjukkan partisan Ukraina aktif mengganggu gerakan pasukan Rusia. Media Ukraina melaporkan partisan aktif beroperasi di Mariupol. Rusia sempat menyandera walikota itu sebelum membebaskannya beberapa hari kemudian.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA