Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Sekjen PDIP: Pemikiran Geopolitik Soekarno Alternatif Solusi Persoalan Dunia

Rabu 18 May 2022 19:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto

Foto: istimewa
Teori geopolitik Soekarno bisa menjadi pandangan khas Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto telah memaparkan disertasi pemikiran geopolitik Soekarno dalam Ujian Prapromosi Tertutup di Universitas Pertahanan, Kamis (18/5/2022).

Hasto mengatakan sebagai kader PDIP, dirinya dan para kader partai lainnya harus memperkuat tradisi akademis untuk membangun disiplin ideologis. Dia mengatakan pentingnya bagi kader PDIP menggelorakan disiplin teori yang digagas Bung Karno.

Baca Juga

Karena itu, Hasto selaku mahasiswa doktoral Universitas Pertahanan menyampaikan disertasinya dalam ujian tertutup pra-promosi berjudul "Diskursus Pemikiran Geopolitik Soekarno dan Relevansinya terhadap Pertahanan Negara" di Kampus Unhan, Salemba.

Politikus asal Yogyakarta itu mengatakan disertasinya dipromotori Prof Purnomo Yusgiantoro, Co-Promotor I Laksdya TNI Prof Dr. Ir. Amarulla Octavian sekaligus Rektor Unhan, dan Co-Promotor II Letjen TNI (Purn) Dr. I Wayan Midhio.

"Temuan penelitian terkait tradisi intelektual Soekarno, teori pemikiran geopolitik Soekarno yang saya sebut sebagai geopolitical co-existance, relevansi geopolitik terhadap pertahanan melalui model structural equation model (SEM), yang menampilkan korelasi pertahanan dengan tujuh variabel geopolitik Soekarno. Yaitu demografi, teritorial, sumber daya alam, militer, politik, koeksistensi damai, sains dan teknologi, dan kepentingan nasional sebagai variabel intervening," kata Hasto, dalam keterangan persnya, Rabu (18/5/2022).

Hasto mengatakan selama penelitian menemukan secara kritis posisi teori geopolitik Soekarno terhadap teori geopolitik klasik dan kontemporer. “Pemikiran Geopolitik Soekarno terhadap pertahanan bertujuan bagi tata dunia baru yang bebas dari penjajahan. Teori geopolitik Soekarno bisa menjadi pandangan khas Indonesia dan alternatif solusi terhadap berbagai persoalan geopolitik saat ini, baik ketegangan di Laut Cina Selatan, Timur Tengah, maupun sebagai pisau analisis terhadap perang Rusia-Ukraina," jelas dia.

Alumnus UGM itu juga menilai pengaruh pemikiran Soekarno terhadap dunia sangat besar, terutama atas pelaksanaan Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Nonblok yang telah ikut merubah sistem internasional.

"Pemikiran geopolitik Soekarno sangat relevan di dalam membangun kekuatan pertahanan negara dan kepemimpinan Indonesia bagi dunia," ucap Hasto.

Dalam disertasi ini, penguji eksternal antara lain Guru Besar Universitas Indonesia Prof. Evi Fitriani, MA, Ph.D,  Rektor Universitas Negeri Jakarta Prof Komarudin, MSi, Guru Besar dari Trisakti Prof Pantja, dan dari internal antara lain Mayjen TNI Dr. Joni Widjayanto, Prof Drs. Anak Agung Banyu Perwita, Prof Irdam Ahmad, dan Dr. Herlina Juni Risma Saragih. Hasto Kristiyanto akan mengikuti ujian promosi terbuka pada 6 Juni 2022 mendatang

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA