Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

Pengamat: PDI Perjuangan Harus Berkoalisi di Pilpres 2024

Rabu 18 May 2022 16:54 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Megawati dalam perayaan HUT ke-48 PDIP yang digelar secara daring, Ahad (10/1).

Megawati dalam perayaan HUT ke-48 PDIP yang digelar secara daring, Ahad (10/1).

Foto: Dok istimewa
PDIP menjadi satu-satunya partai yang bisa mengusung sendiri capres dan cawapres.

REPUBLIKA.CO.ID, KULONPROGO -- Pengamat politik dari IndoStrategi Research and ConsultingArif Nurul Imam mengatakan, PDI Perjuangan harus berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2024 untuk memperbesar peluang kemenangan. Seperti diketahui, PDI Perjuangan merupakan satu-satunya partai yang bisa mengusung pasangan capres dan cawapres dalam Pilpres 2024.

"Namun untuk memperbesar peluang kemenangan sebaiknya partai banteng itu membangun koalisi," kata Arif di Kulon Progo, Yogyakarta, Rabu.

Baca Juga

Ia mengatakan PDI Perjuangan merupakan partai pemenang dan memiliki tiket mandiri dalam Pilpres 2022. Namun jika tanpa berkoalisi, menurut dia, maka peluang kemenangannya tipis. "Ini karena hanya mengandalkan basis tradisional partai dan simpatisan capres dan cawapres yang diusung," tambahnya.

Padahal, jika PDI Perjuangan berkoalisi dengan partai lain, maka potensi kemenangan akan lebih besar karena akan memperbesar ceruk suara, terutama dari basis tradisional partai yang diajak koalisi.

"Peluang berkoalisi dengan partai lain juga masih besar. Namun demikian, PDI Perjuangan harus mulai mengintensifkan komunikasi dan melakukan penjajakan dengan partai lain," ujarnya.

PDI Perjuangan memiliki dua kader internal yang memiliki elektabilitas sebagai capres dalam Pilres 2024, yakni Ketua DPR Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA