Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Biden Akui Supremasi Kulit Putih Mengalir di Politik AS

Rabu 18 May 2022 15:48 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Friska Yolandha

Presiden Joe Biden berbicara di Taman Mawar Gedung Putih di Washington, Selasa, 17 Mei 2022

Presiden Joe Biden berbicara di Taman Mawar Gedung Putih di Washington, Selasa, 17 Mei 2022

Foto: AP Photo/Susan Walsh
Biden berduka atas pembunuhan 10 orang kulit hitam di Buffalo, New York.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Presiden Amerika Serikat AS) Joe Biden mengutuk supremasi kulit putih, media, internet, dan politik karena menyebarkan teori konspirasi rasis. Dia berduka atas pembunuhan 10 orang kulit hitam di Buffalo, New York, pada Selasa (17/5/2022).

"Supremasi kulit putih adalah racun. Itu racun, memang benar, mengalir melalui tubuh politik kita," kata Biden yang berbicara beberapa saat setelah bertemu dengan keluarga para korban serta responden pertama.

Baca Juga

"Kita perlu mengatakan sejelas dan sekuat yang kita bisa bahwa ideologi supremasi kulit putih tidak memiliki tempat di Amerika. Tidak ada," katanya.

Payton Gendron melepaskan tembakan dengan senapan semi-otomatis di lingkungan Buffalo yang didominasi orang Afrika-Amerika. Pihak berwenang mengatakan dia melakukan tindakan ekstremisme kekerasan bermotivasi rasial di Tops Friendly Market pada Sabtu (14/5/2022). Gendron telah dipenjara tanpa jaminan atas tuduhan pembunuhan tingkat pertama dan mengaku tidak bersalah.

"Apa yang terjadi di sini sederhana dan lugas: Terorisme, terorisme, terorisme domestik," kata Biden.

Jaksa Agung AS Merrick Garland dan pejabat Biden lainnya menyebut kekerasan dari supremasi kulit putih sebagai salah satu ancaman terorisme terbesar yang dihadapi AS. Penyelidik mengatakan menyelidiki posting daring Gendron, yang mencakup manifesto 180 halaman yang diyakini telah ditulisnya yang menguraikan teori konspirasi "Great Replacement" bahwa orang kulit putih dengan sengaja digantikan oleh minoritas melalui imigrasi di AS dan di tempat lain.

Biden membidik teori tersebut, sebuah gagasan dengan akar sejarah yang panjang di AS yang sekarang sedang melonjak melalui beberapa kalangan politik konservatif. Laporan Anti-Defamation League menunjukan propaganda supremasi kulit putih terus meningkat.

Tapi, Biden tidak menyalahkan individu atau kelompok secara spesifik. "Kebencian dan ketakutan diberikan terlalu banyak oksigen oleh mereka yang berpura-pura mencintai Amerika," kata Biden menyalahkan politik dan keuntungan.

 

 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA