Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Jakarta E-Prix Jadi Momentum Kampanye Mobil Listrik dan Pengurangan Emisi Karbon

Rabu 18 May 2022 14:33 WIB

Rep: Erik PP/ Red: Erik Purnama Putra

Suasana lintasan sepanjang 2,4 kilometer Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Selasa (17/5/2022).

Suasana lintasan sepanjang 2,4 kilometer Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Selasa (17/5/2022).

Foto: Republika
Tujuan masa depan dunia yang tidak dapat dihindari adalah pemakaian energi listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, Tanggal 4 Juni 2022. Sejarah itu akhirnya tercipta. Jakarta resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Formula E di Sirkuit Ancol, Jakarta Utara. Jakarta E-Prix 2022 nama resminya. Nantinya, pembalap dari berbagai dunia bakal melintasi sirkuit sepanjang 2,4 kilometer (km) tersebut untuk adu kecepatan. 

Formula E identik balapan deru mesin yang tidak memekakkan telinga. Balapan yang lahir dari teknologi baru berkat inovasi yang berbasis kelestarian lingkungan ini memiliki tarikan mesin yang lebih halus karena daya yang dihasilkan bersumber dari baterai, bukan pembakaran internal.

Meski begitu, Formula E digadang-gadang sebagai balap mobil masa depan. Hal itu lantaran Formula E tidak menggunakan bahan bakar fosil. Bisa dikatakan Formula E merupakan balapan yang lebih ramah lingkungan karena bisa menekan emisi gas buang.

Apalagi, sejak September 2020, kejuaraan dunia Formula E menjadi kompetisi olahraga pertama dan satu-satunya di dunia yang mendapat sertifikat nol karbon. Formula E Operation (FEO) selaku pengelola Formula E berkomitmen mengikuti inisiatif UN Climate Neutral Now, sehingga mobil yang mengikuti balapan di lintasan diusahakan tidak meninggalkan jejak karbon. 

Keterlibatan Jakarta sebagai tuan rumah kalender balapan Formula E 2022 bisa menjadi momen untuk mendukung kampanye pengurangan emisi karbon kendaraan secara global. Co-Founder dan Chief Championship Officer Formula E, Alberto Longo menyampaikan, keyakinannya, Jakarta E-Prix bakal membuktikan dirinya sebagai salah satu balapan mobil listrik tersukses di dunia.

"Saya melihat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat Indonesia dan kerja sama luas yang terlibat dalam penyelenggaraan acara tersebut," kata Longo dikutip dari laman resmi Formula E di Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Menurut dia, setelah meninjau beberapa lokasi strategis, akhirnya FEO menentukan sirkuit balapan paling ideal di Ancol. Selain dekat kawasan pantai, sirkuit juga memiliki latar belakang Jakarta International Stadium (JIS) yang megah. Stadion paling modern di Indonesia yang baru saja selesai dibangun Pemprov DKI.

Longo menganggap, dengan persiapan matang maka balapan nantinya bisa menyedot perhatian masyarakat luas. Sehingga tersaji pertunjukan yang bisa dikenang penonton di sirkuit dan televisi. "Kami semua harus bekerja keras untuk menyatukan semuanya," ujar Longo. 

Pemprov DKI menunjuk PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai kontraktor pembangunan sirkuit di Ancol. Hasilnya, FEO sudah menyatakan jika sirkuit berbentuk kuda lumping layak digunakan untuk seri balapan musim ke-delapan Formula E. Berbagai persiapan pun sudah dibuat panitia secara matang.

"Tentunya sebagai ajang balap internasional, Formula E juga ingin memastikan kesiapan DKI Jakarta sebagai tuan rumah, dan tentunya kami siap," kata Direktur Utama PT Jakpro Widi Amanasto.

Menurut Widi, keikutsertaan Jakarta sebagai tuan rumah Formula E menjadikan ibu kota Indonesia tersebut bisa sejajar dengan kota besar lain dari seluruh dunia. Hal itu juga sesuai dengan misi Jakarta yang sedang menargetkan mengurangi emisi karbon 30-50 persen pada 2030 dan berambisi mencapai nol emisi karbon (zet zero emission) pada 2050.

Langkah awal itu bisa dimulai dengan menggelar kampanye balapan Formula E. Sehingga kebijakan yang ditempuh Pemprov DKI untuk mengkampanyekan kendaraan yang menggunakan energi terbarukan pada masa mendatang bisa berwujud konkret dengan terselenggaranya Jakarta E-Prix. 

"Season delapan akan berlangsung di 12 kota, termasuk Jakarta, Vancouver, Seoul, Berlin, New York, Roma, dan Monako. Kesempatanmenjadi tuan rumah Formula E ini menempatkan Jakarta di puncak klasemen,bersama dengan daftar kota kelas dunia di seluruh dunia," kata Widi. 

Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan menuturkan, terpilihnya Jakarta sebagai salah satu tuan rumah Formula E bakal membawa manfaat bagi Jakarta dan Indonesia. Perhelatan balap mobil listrik tersebut juga bisa sebagai penanda kebangkitan perekonomian setelah dihantam pandemi Covid-19.

Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan kegiatan besar yang disiarkan ke seluruh dunia itu untuk mempromosikan produk dalam negeri. "Insya Allah balapan ini akan mendatangkan manfaat bagi banyak pihak di Jakarta dan Indonesia," kata Anies lewat unggahan di akun Instagram-nya. 

Bagi Anies, Formula E juga sekaligus mendukung program Jakarta Langit Biru yang diusung oleh Pemprov DKI. Hal itu sejalan dengankebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan BermotorListrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Sehingga, berlangsungnya Formula E di Jakarta menjadi kesempatan untuk mempromosikan kendaraan ramah lingkungan untuk mengatasi polusi udara di wilayah perkotaan. 

Percepatan mobil listrik

Ketua Pelaksana Jakarta E-Prix, Ahmad Sahroni mengatakan, ajang balapan mobil listrik pertama di Indonesia tersebut memiliki tujuan untuk mempromosikan bangsa dan negara, bukan semata Jakarta. Menurut dia, perhelatan Formula E bisa menjadi branding bagi Indonesia untuk mengkampanyekan penggunaan energi ramah lingkungan yang akan menggantikan bahan bakar fosil.

"Karena tujuan masa depan dunia yang kita tidak dapat hindari adalah pemakaian energi listrik, termasuk pengunaan kendaraan," kata Sahroni.

Karena ajang balapan membawa nama Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengunjungi lokasi Sirkuit Ancol pada Senin, 25 April 2022. Jokowi dalam kunjungannya yang mengitari sirkuit dengan naik mobil golf yang disopiri Anies, merasa terkesan dengan rampungnya pembangunan sirkuit untuk Formula E.

Dia merasa yakin, panitia siap menyelenggarakan balapan Formula Eyang juga sebagai upaya untuk mempromosikan mobil listrik sebagai kendaraan masa depan masyarakat dunia dan Indonesia. "Saya kira untuk trek sudah siap, kemudian yang perlu dikejar (pembangunan fasilitas) paddock dan grand stand. Kita harapkan awal Juni kita bisa melihat balapannya," kata Jokowi.

Jika ditarik ke belakang, kunjungan Jokowi ke sirkuit Formula E itu sebagai bentuk dukungan atas penggunaan kendaraan berbasis baterai pada masa depan. Hal itu setelah pemerintah Indonesiamenargetkan pada 2025, sebanyak 20 persen kendaraan yang diproduksi di dalam negeri berkategori kendaraan emisi karbon rendah (low carbon emission vehicle/LCEV).

Target produksi kendaraan ramah lingkungan, salah satunya disumbang kendaraan listrik. Menurut Jokowi, produksi mobil listrik bisa menurunkan ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM yang selama ini mengancam kemandirian energi dalam negeri. Karena itu, ia mendorong produksi mobil lisrik di Indonesia harus terus digencarkan agar ketergantungan masyarakat terhadap BBM dan energifosil bisa terus ditekan.

"Mulai dari hulu di Industri baterai dan industri komponen lainnya sampai di hilir penyiapan home charging. Kita tunjukkan pada dunia bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia tumbuh danberkembang cepat," ucap Jokowi dalam kesempatan terpisah.

Pengamat otomotif Eka Budhiansyah menambahkan, ajang Formula E bisa menjadi titik kebangkitan olahraga balap jenis mobil roda terbuka (open-wheeler). Pelaksanaan Formula E di Jakarta bisa pula membangkitkan antusiasme para pembalap lokal untuk semangat bisa mengikuti balapan Formula Epasa masa akan datang.

"Dengan adanya Formula E di Jakarta, ini Jakarta bisa dikenang sebagai kota yang selalu dilirik oleh masyarakat luas. Dengan adanya Formula E di Jakarta ini, antusiasme terhadap balap mobil bisa muncul secara meluas," kata Eka dalam diskusi daring 'Apa Kabar Formula E', belum lama ini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA