Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Pemkab Temanggung Akan Jajaki Pasar Kopi di Australia

Selasa 17 May 2022 23:41 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Kopi Temanggung (ilustrasi). Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, berencana melakukan penjajakan pasar kopi di Australia.

Kopi Temanggung (ilustrasi). Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, berencana melakukan penjajakan pasar kopi di Australia.

Foto: Foto: Instagram muncarmoncer.kopi
Peluang kopi Temanggung untuk dipasarkan di negeri Kangguru tersebut cukup besar.

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, berencana melakukan penjajakan pasar kopi di Australia.

Sebagai langkah awal Wakil, Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo telah melakukan zoom meeting dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne Australia.

Baca Juga

"Ini baru langkah penjajakan saja, masih ada langkah-langkah selanjutnya," kata Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo usai melakukan zoom meeting dengan KJRI Melbourne di Temanggung, Selasa (17/5/2022).

Ia mengatakan, peluang kopi Temanggung untuk dipasarkan di negeri Kangguru tersebut cukup besar, mengingat selama ini kopi Temanggung juga sudah menjuarai beberapa festival kopi tingkat dunia. "Festival kopi di Atlanta Amerika Serikat, kopi Temanggung bisa mendapatkan juara. Hal ini menjadi salah satu peluang besar untuk kopi Temanggung," katanya.

Menurut dia tanggapan Komjen Melbourne Kuncoro Waseso sangat bagus, oleh karena itu diharapkan ada zoom meeting lanjutan secara teknis. Apalagi di Melbourne itu menjadi pusat perdagangan kopi di Australia.

Ia menyampaikan kemungkinan kopi Temanggung sudah masuk ke negara tersebut, hanya saja dengan menggunakan nama lain, karena tidak dikirim dari Temanggung. "Ke depan jangan sampai kopi Temanggung tidak terlindungi, dan tidak ada namanya di situ," katanya.

Wabup mencontohkan salah satu kopi Temanggung yakni dari daerah Larangan Luwok yang merupakan kopi robusta organik, namun kopi tersebut sudah dipasarkan di daerah lain bukan dengan nama Temanggung. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan kajian-kajian lebih lanjut seperti apa permintaan kopi dari negara tersebut dan kajian-kajian lainnya.

"Ada tawaran bagus, Temanggung diminta ikut dalam festival kopi di negara tersebut pada bulan September-Oktober mendatang, dari Temanggung akan kirimkan barang saja untuk dipamerkan di festival tersebut," kata dia.

Ia menyampaikan sampai saat ini belum meminta contoh atau sampel kopi dari Temanggung, namun demikian peluang kopi Temanggung untuk dipasarkan di negara itu cukup besar. "Kemungkinan tidak hanya kopi saja, ada gula semut, ceriping talas dan produk UMKM lainnya," katanya.

Selama ini kopi dari Vietnam, Brazil dan sejumlah negara lain sudah dipasarkan di Australia, ke depan kopi Temanggung harus mampu berkompetisi di Australia.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA