Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Kadin: Pengusaha Mulai Siapkan Produksi Antisipasi Lonjakan Inflasi

Selasa 17 May 2022 23:31 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Logo Kadin (ilustrasi). Wakil Kepala Badan Moneter Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Aviliani menilai saat ini pengusaha mulai mempersiapkan produksi untuk mengantisipasi lonjakan inflasi yang kemungkinan terjadi.

Logo Kadin (ilustrasi). Wakil Kepala Badan Moneter Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Aviliani menilai saat ini pengusaha mulai mempersiapkan produksi untuk mengantisipasi lonjakan inflasi yang kemungkinan terjadi.

Foto: Tahta Aidilla/Republika
Pemerintah bisa membantu sektor yang pemulihannya lambat usai pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Kepala Badan Moneter Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Aviliani menilai saat ini pengusaha mulai mempersiapkan produksi untuk mengantisipasi lonjakan inflasi yang kemungkinan terjadi.

"Permintaan yang tumbuh akan diikuti oleh pengusaha dari sisi pasokan sehingga tidak akan menyebabkan inflasi yang begitu besar," ucap Aviliani dalam sebuah diskusi secara daring di Jakarta, Selasa (17/5/2022).

Baca Juga

Usai momen Lebaran, para pengusaha mpersiapkan diri dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang mulai membaik, seiring dengan mulai pulihnya hampir seluruh sektor terutama industri pengolahan. Maka dari itu ia berharap pemerintah bisa membantu beberapa sektor lainnya yang belum mampu tumbuh positif setelah Covid-19 mulai mereda dan menyebabkan berbagai pelonggaran.

Adapun salah satu sektor yang masih bergerak cukup lambat di tengah perbaikan situasi ekonomi saat ini adalah infrastruktur. "Ini bisa dipercepat sehingga akan mempengaruhi juga terhadap penciptaan lapangan kerja," tuturnya.

Aviliani menyarankan pemerintah bisa membantu sektor tersebut dengan insentif seperti yang diberikan kepada industri otomotif dan properti agar bisa bergerak signifikan.Pemberian insentif dinilai akan berimplikasi pula kepada pertumbuhan konsumsi pemerintah yang belum meningkat signifikan pada triwulan I 2022.

Dia menjelaskan belum mampunya beberapa sektor perekonomian tumbuh positif saat ini seiring dengan masih terdapat pengusaha yang tak cepat mengambil kesempatan dengan perubahan bisnis yang ada, terutama melalui digitalisasi. Padahal saat ini situasi ekonomi sudah sangat berubah dengan cepat dan konsumen semakin beralih kepada bisnis yang mengadopsi digitalisasi.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA