Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Robot Masjidil Haram Bantu Jamaah dalam 11 Bahasa

Rabu 18 May 2022 04:35 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Ani Nursalikah

Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi secara resmi memperkenalkan robot pemandu untuk membantu jamaah dan menjawab pertanyaan mereka dalam 11 bahasa.  Robot Masjidil Haram Bantu Jamaah dalam 11 Bahasa

Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi secara resmi memperkenalkan robot pemandu untuk membantu jamaah dan menjawab pertanyaan mereka dalam 11 bahasa. Robot Masjidil Haram Bantu Jamaah dalam 11 Bahasa

Foto: About Islam
Robot berjalan dengan empat roda dan dilengkapi dengan sistem smart stop.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi secara resmi memperkenalkan robot pemandu untuk membantu jamaah dan menjawab pertanyaan mereka dalam 11 bahasa. Robot baru ini memandu pengunjung tentang cara melakukan umroh, memberikan fatwa, dan menjawab pertanyaan pengunjung.

Dilansir di About Islam, Senin (16/5/2022), robot ini mendukung 11 bahasa yakni Arab, Inggris, Prancis, Rusia, Persia, Turki, Malawi, Urdu, Cina, Bengali, dan Hausa.

Baca Juga

Robot yang bekerja melalui jaringan Wi-Fi ini mampu menambahkan interpretasi simultan untuk bahasa lain. Robot yang dikendalikan dari jarak jauh juga dapat berkomunikasi dengan syekh dari jarak jauh dan memberikan beberapa pedoman dalam lebih dari satu bahasa.

 

Berjalan dengan empat roda, dilengkapi dengan sistem smart stop yang memungkinkannya bergerak dengan mudah. Robot ini juga memiliki sistem kamera depan dan bawah dengan definisi tinggi untuk mentransmisikan gambar melalui pengambilan pemandangan panorama area.

Robot dilengkapi dengan speaker dan mikrofon berkualitas tinggi. Sistem teknologi modern ini bukan yang pertama dipasang di Masjidil Haram.

 

Tahun lalu, pejabat Saudi memperkenalkan robot untuk mendistribusikan air Zamzam.  Robot lain juga digunakan untuk sterilisasi dan pengendalian epidemi. 

 

Masjidil Haram Makkah juga memperkenalkan Alquran elektronik untuk membantu jamaah Muslim yang buta dan tunanetra pada Desember 2021. Langkah-langkah ini datang sebagai bagian dari rencana pengembangan komprehensif Kerajaan 2024 untuk menggunakan teknologi modern dalam pelayanan Dua Masjid Suci.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA