Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Petani di Kabupaten Lebak Meninggal Tersambar Petir di Perkebunan

Rabu 18 May 2022 01:20 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Petir menggelegar di atas area persawahan (ilustrasi).

Petir menggelegar di atas area persawahan (ilustrasi).

Foto: Dok Lapan
Tim medis Puskesmas Cibeber menemukan luka-luka bakar di tubuh korban.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Seorang petani warga Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dilaporkan meninggal dunia akibat tersambar petir, usai terjadi cuaca buruk pada Senin (16/5/2022) pukul 09.00 WIB. "Petani yang meninggal dunia itu diketahui bernama Rohantabin Idis (52 tahun)," kata Kapolres Lebak AKBP Wiwin Setiawan di Kabupaten Lebak, Selasa (17/5/2022).

Peristiwa itu berawal saat korban pada Ahad (15/5/2022) pagi WIB, pergi ke area persawahan di Desa Neglasari, Kecamatan Cibeber, untuk mengolah sawahnya. Sekitar pukul 18.30 WIB, korban belum juga pulang ke rumah. Padahal, kata Wiwin, Rohan biasanya pukul 18.30 WIB sudah berada di rumah.

Karena itu, pihak keluarga melaporkan hilangnya petani tersebut kepada aparat desa setempat. Kemudian, warga hingga Senin (16/5/2022) dini hari WIB, melakukan pencarian korban, namun tidak ditemukan. Selanjutnya, kata Wiwin, warga melakukan pencarian hingga pada Senin pukul 09.00 WIB, menemukan korban dalam kondisi sudah meninggal di area Perkebunan Blok Cileutak, Desa Neglasari.

Penemuan korban itu langsung dievakuasi ke tempat kediamannya. Pada pukul 11.00 WIB, tim medis Puskesmas Cibeber melakukan pemeriksaan, dengan hasil ditemukan luka-luka bakar di tubuh korban yang diakibatkan oleh sambaran petir. "Kami meyakini korban itu tersambar petir sesuai hasil pemeriksaan petugas medis puskesmas setempat," kata Wiwin.

Atas kejadian tersebut, petugas kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi dan keterangan dari tim medis. Hasilnya, didapat kesimpulan korban meninggal akibat sambaran petir yang mengakibatkan luka bakar. "Saya turut prihatin atas kejadian tersebut, kami mengimbau kepada masyarakat harus waspada hujan disertai petir, karena bisa menimbulkan korban jiwa," kata Wiwin.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA