Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

UAS Dilarang Masuk Singapura, Pubik Minta Fraksi PKS Protes

Selasa 17 May 2022 20:28 WIB

Red: Joko Sadewo

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengaku fraksinya menerima banyak masukan publik agar mempertanyakan alasan Singapura melarang Ustadz Abdul Somad  masuk ke negaranya.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengaku fraksinya menerima banyak masukan publik agar mempertanyakan alasan Singapura melarang Ustadz Abdul Somad masuk ke negaranya.

Foto: Istimewa
UAS seorang ulama dan intelektual terhormat di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengaku menerima banyak aspirasi dari para ustadz dan masyarakat umum yang memprotes tindakan tidak diizinkan masuk Ustadz Abdul Somad (UAS) dari Singapura.

Mereka meminta agar PKS mempertanyakan alasan 'deportasi' tersebut agar jelas dan tidak muncul prasangka negatif terhadap ulama sekaliber UAS.

"Ustadz Abdul Somad ini ulama yang dihormati dan memiliki banyak jamaah di tanah air. Wajar jika banyak yang mempertanyakan dan memprotes perlakuan otoritas Singapura tersebut,” kata Jazuli dalam siaran pers, Selasa (17/5/2022).

Atas banyaknya aspirasi tersebut dan pertanyaan dari publik di Indonesia, Anggota Komisi I DPR ini mendesak Kedutaan Singapura di Jakarta agar bisa memberikan klarifikasi sejelas-jelasnya. Menurutnya, banyak juga masyarakat yang me-mention akun media sosial Kedutaan Singapura untuk meminta penjelasan dan klarifikasi tersebut.

Baca juga : Larang UAS Masuk, PAN: Ini Masalah Keadilan dan Kesetaraan

"Tentunya harus ada alasan jelas mengapa seseorang dilarang masuk atau 'dideportasi' dari suatu negara. Apalagi UAS seorang ulama dan intelektual terhormat di Indonesia. Jangan sampai ada alasan yang tidak mendasar, like and dislike, dan praduga yang tidak jelas atau tidak ada buktinya," terang Anggota Komisi I DPR ini.

Setiap WNI bukan hanya UAS, kata Jazuli, yang telah mengurus dan memiliki dokumen yang dipersyaratkan untuk masuk negara lain harus diperlakukan dengan baik. Jika ada penolakan, maka atas nama transpransi dan akuntabilitas, otoritas negara tersebut harus menjelaskan alasannya. "Sehingga ini berlaku bagi siapa saja warga negara kita, bukan hanya UAS," ungkap Jazuli.

Karenanya, kata Jazui, Fraksi PKS meminta Kedutaan Besar Singapura untuk memberi penjelasan dan klarifikasi, karena hal ini sudah menjadi isu publik agar tidak muncul spekulasi yang kontraproduktif dan mengganggu hubungan baik kedua negara. "Fraksi PKS akan menanyakan langsung kepada Dubes Singapura di Jakarta melalui Kemenlu," pungkas Jazuli.

Baca juga : UAS Ditolak Masuk ke Singapura, Ustaz Derry: Why?

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA