Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Permintaan Industri Alat Kebersihan Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Rabu 18 May 2022 01:43 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Bantuan alat cuci tangan untuk membiasakan masyarakat menjaga kebersihan diri guna mencegah penyebaran Covid-19. Pada 2021, laba industri alat kebersihan meningkat 46 persen dibanding tahun lalu.

Bantuan alat cuci tangan untuk membiasakan masyarakat menjaga kebersihan diri guna mencegah penyebaran Covid-19. Pada 2021, laba industri alat kebersihan meningkat 46 persen dibanding tahun lalu.

Foto: ANTARA/maulana surya
Pada 2021, laba industri alat kebersihan meningkat 46 persen dibanding tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK -- Industri alat kebersihan (cleaning equipment) menunjukan pertumbuhan positif di tengah pandemi Covid-19. Hal ini seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan menjaga kebersihan sebagai upaya preventif dari penyebaran virus Covid-19.

Tak hanya kebutuhan domestik, produk manufaktur ini juga mengalami banjir permintaan untuk kebutuhan area komersil seperti operasional perkantoran dan industri.

PT Klinko Karya Imaji (Klinko), produsen alat kebersihan asal Gresik, turut mengalami pertumbuhan positif pada 2021. Tercatat dalam laporan keuangan perusahaan pada 2021, Klinko memperoleh peningkatan laba bersih sebesar 46 persen dibanding tahun 2020.

Perusahaan menargetkan pertumbuhan sebesar 300 persen pada 2022, dan meningkat lagi hingga 200 persen pada tahun 2023 atau senilai Rp 2,8 miliar dan Rp 4,3 miliar pada tahun 2024.

Direktur Utama Klinko, Anggun Supanji menilai, alat kebersihan adalah komoditas peralatan rumah tangga yang punya serapan tinggi di pasar dan cenderung stabil karena mendukung higienitas dan kualitas hidup manusia.

“Sebagai salah satu promising player di industri kebersihan, Klinko memiliki visi menjadi produsen alat kebersihan yang berkualitas dan ramah lingkungan bertaraf internasional. Kami punya filosofi sekaligus tagline Cleaning with Colors, terwujud lewat varian produk Klinko yang beraneka warna dan dinamis. Artinya, kami ingin aktivitas membersihkan terkesan menyenangkan, tidak lagi dianggap hal yang membosankan,” kata Anggun dalam rilisnya, Selasa (17/5/2022).

Didirikan pada tahun 2016, Klinko semula memproduksi 5.000 kain pel per bulan dengan fokus market komersial dan retail domestik. Tak butuh waktu lama, perseroan ini kian melesat dalam memasarkan berbagai produk kebersihan rumah tangga unggulannya meliputi lobby duster, keset lantai, kain pel, serta 16 produk turunan lainnya.

Setahun kemudian, industri cleaning equipment ini berhasil menembus pasar ekspor pertamanya ke Singapura dan Italia, hingga kini meluas ke empat benua yakni Asia, Afrika, Amerika, dan Eropa.

Keberhasilan ini juga ditunjang model kerja sama private labels, yaitu Klinko selaku produsen menyuplai produknya kepada klien komersial untuk dipasarkan sebagai brand lain.

Model kerja sama ini sukses menjangkau pasar domestik maupun global, karena sejumlah keunggulan Klinko seperti kapasitas produksi yang besar, material ramah lingkungan, harga yang kompetitif, dan memungkinkan klien melakukan kustomisasi produk sesuai kebutuhan dengan warna yang menarik.

Selain itu, lokasi operasional Klinko dalam kawasan industri utama di Jawa Timur juga memudahkan distribusi lintas pulau. Meskipun baru menginjak usia keenam tahun, Klinko terus berupaya melakukan sejumlah inovasi produk alat kebersihan yang memiliki kualitas, karakteristik, dan unique selling point yang kompetitif.

Produk Klinko memiliki karakteristik utama ramah lingkungan, yang tercermin melalui penerapan konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle), dalam proses pemilihan material benang daur ulang.

Dalam menciptakan produk aneka warna, Klinko tidak menggunakan pewarna kimia karena warna sudah berasal dari material limbah tekstil yang didaur ulang, sehingga ramah lingkungan.

Proses produksi Klinko yang menerapkan prinsip sirkular ekonomi terbukti mampu menyerap limbah tekstil sebanyak 60 ribu kg–120 ribu kg per tahun hingga saat ini dan akan terus bertambah seiring dengan proyeksi peningkatan produksi di tahun berikutnya.

Klinko sendiri telah mengimplementasikan material daur ulang limbah tekstil yang ramah lingkungan pada 90 persen kategori produknya, dan ke depannya akan terus bertambah.

Hal ini sekaligus dukungan terhadap agenda Presidensi G20 tahun 2022, melalui kontribusi nyata dalam menangani perubahan iklim akibat dampak aktivitas industri. Serta, sejalan dengan Program Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin 12 tentang Responsible Consumption and Production atau konsumsi dan produksi berkelanjutan yang telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations).

“Kami berkomitmen dalam menggunakan material ramah lingkungan serta fokus pada inovasi berkelanjutan untuk menciptakan produk kebersihan berkualitas yang penuh warna dan terjangkau. Klinko juga telah tersertifikasi K3L, sebagai bentuk komitmen terhadap Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup,” pungkas Anggun.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA