Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Tanda Awal Kanker Prostat Dilihat dari Perubahan Urine

Selasa 17 May 2022 19:38 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti

Tanda awal kanker prostat dilihat dari kandungan urine. (ilustrasi).

Tanda awal kanker prostat dilihat dari kandungan urine. (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Mengalami gejala-gejala ini tidak selalu berarti pria terkena kanker prostat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak ditemukan pada pria. Sebagian gejala dan tanda peringatan kanker prostat bisa dipantau melalui urine dan kebiasaan berkemih.

Seperti diketahui, warna dan frekuensi urine kerap memberikan sinyal yang penting mengenai kesehatan, termasuk kesehatan prostat pada pria. Urine yang normal dan sehat umumnya memiliki warna yang lebih terang atau transparan.

Baca Juga

Frekuensi berkemih yang normal adalah sekitar enam hingga tujuh kali dalam kurun waktu 24 jam. Banyaknya frekuensi berkemih ini turut dipengaruhi oleh seberapa banyak cairan yang dikonsumsi.

Kanker prostat bisa memicu terjadinya perubahan pada warna urine hingga kebiasaan berkemih pria. Hal ini bisa terjadi karena secara umum otak memberikan sinyal ke otot kandung kemih untuk mengencang agar urine bisa keluar dari kandung kemih.

Pada saat yang sama, otak akan memberikan sinyal kepada otot sfingter untuk rileks agar urine bisa keluar dari kandung kemih melalui uretra. Ketika semua sinyal ini terjadi dengan urutan yang tepat, buang air kecil akan terjadi secara normal.

Akan tetapi ketika ada tumor, kebiasaan berkemih pria juga bisa terdampak. Mengacu pada National Health Service (NHS), ada tujuh tanda peringatan awal kanker prostat yang bisa dilihat melalui perubahan urine dan frekuensi berkemih.

Sebagian di antaranya adalah meningkatnya frekuensi ingin berkemih terutama di malam hari, munculnya keinginan untuk cepat-cepat ke toilet, serta kesulitan untuk mulai berkemih. Beberapa gejala lainnya adalah membutuhkan waktu lebih lama untuk berkemih, aliran urine lemah, merasa kandung kemih tak benar-benar kosong setelah berkemih, dan ada darah pada urine atau mani.

Mengalami gejala-gejala ini tidak selalu berarti bahwa pria terkena kanker prostat. Akan tetapi, penting untuk memeriksakan gejala-gejala ini agar mendapatkan diagnosis serta perawatan yang tepat.

Terapi pengobatan untuk kanker prostat akan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sebagian di antaranya adalah seberapa besar ukuran kanker dan apakah kanker prostat sudah menyebar ke organ tubuh lain.

"Operasi merupakan salah satu terapi utama untuk kanker prostat," ujar Cancer Research UK, seperti dilansir di laman Mirror, Kamis (17/5/2022).

Operasi ini dilakukan untuk mengangkat prostat atau untuk membantu meredakan gejala kanker prostat. Terapi lainnya adalah terapi hormon yang berguna untuk memblok atau menurunkan jumlah testosteron di tubuh. Terapi radiasi juga dapat diberikan untuk membunuh sel-sel kanker dengan menggunakan gelombang energi tinggi yang mirip dengan sinar X.

"Anda bisa mendapatkan terapi ini saja atau bersamaan dengan terapi hormon," jelas Cancer Research UK.

Meski sudah diobati, kanker prostat bisa kembali muncul. Bila hal ini terjadi, coba diskusikan opsi terapi yang ada dengan dokter.

Perlu diketahui pula bahwa seiring dengan bertambahnya usia pria, ukuran prostat akan ikut membesar. Kondisi ini dikenal sebagai pembesaran prostat jinak dan bukan kanker. 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA