Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Pakar Sarankan Kapan Anak Harus Periksa Fungsi Organ Hati

Selasa 17 May 2022 18:46 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Indira Rezkisari

Petugas kesehatan menyusun peralatan yang ada di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Sumatera Barat, Kamis (12/5/2022). Pihak RSUP M Djamil menyiapkan ruang isolasi khusus untuk penanganan penyakit hepatitis akut sebagai antisipasi lonjakan penyakit tersebut.

Petugas kesehatan menyusun peralatan yang ada di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Sumatera Barat, Kamis (12/5/2022). Pihak RSUP M Djamil menyiapkan ruang isolasi khusus untuk penanganan penyakit hepatitis akut sebagai antisipasi lonjakan penyakit tersebut.

Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi
Bila anak tunjukkan gejala hepatitis akut segera rujuk ke RS.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Penyebab penyakit hepatitis akut misterius masih menjadi momok anak-anak di seluruh dunia dan bisa menginfeksi kelompok usia tersebut. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkap ada beberapa langkah untuk memastikan penyakit hepatitis akut misterius.

"Kalau ada anak-anak berusia kurang dari 16 tahun jika mengalami mata kuning, kulit kuning, sakit perut, diare, muntah, penurunan kesadaran, lesu, nyeri sendi maka lakukan pemeriksaan fungsi organ hati," ujar Ketua IDAI Sulawesi Selatan Setia Budi Salekede saat konferensi virtual, Selasa (17/5/2022).

Baca Juga

Ia menambahkan, jika anak-anak di bawah 16 tahun dan menunjukkan gejala mual, muntah, sesak napas, kuning kemudian dilakukan pemeriksaan darah, SGOT, hingga urine lengkap. Ia menambahkan, kalau fungsinya lebih dari 500 unit/liter (U/L) maka anak ini dimasukkan kelompok menderita hepatitis.

Kemudian, dia melanjutkan, selamjutnya dilakukan pemeriksaan hepatitis A, B, C, D, dan E. Kendati demikian, dia melanjutkan, jika fasilitas pemeriksaan tak lengkap maka dirujuk ke rumah sakit (RS).

"Kalau dalam pemeriksaan (jenis hepatitis) ini ada satu gejala yang positif maka penyakitnya sesuai gejala. Tetapi kalau tak ada (hasil pemeriksaan menunjukkan gejala hepatitis A, B, C, D, dan E) maka dikelompokkan sebagai hepatitis akut probable yang belum diketahui penyebabnya," ujarnya.

Tetapi, dia mewanti-wanti, kalau kesadaran menurun maka langsung dirujuk ke rumah sakit (RS).

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA