Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Erick: Transformasi Kebangsaan Sejalan dengan Semangat Reformasi

Selasa 17 May 2022 15:18 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Budi Raharjo

Menteri BUMN Erick Thohir saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Nelayan di Pantai Muncar Banyuwangi, Jawa Timur, Ahad (15/5).

Menteri BUMN Erick Thohir saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Nelayan di Pantai Muncar Banyuwangi, Jawa Timur, Ahad (15/5).

Foto: Kementerian BUMN
BUMN milik rakyat dan dia selalu berpikir bagaimana BUMN bisa bermanfaat untuk rakyat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjadikan nilai-nilai reformasi 1998 sebagai bagian dalam memperbaiki BUMN. 

"Saya menemukan sebuah tema penting yang sejalan dengan reformasi yaitu transformasi kebangsaan. Reformasi 1998 telah mengubah bentuk kehidupan politik dan ekonomi Indonesia yang menjadi modal untuk sebuah transformasi kebangsaan," ujar Erick pada Selasa (17/5).

Erick menjadikan transformasi kebangsaan sebagai tema pokok dalam memimpin Kementerian BUMN. Kata Erick, BUMN adalah milik rakyat dan dia selalu berpikir bagaimana BUMN bisa bermanfaat untuk rakyat Indonesia. "Kita harus jadi mitra penguatan ekonomi rakyat dan membentuk ekosistem ekonomi nasional yang berdaulat," ucap Erick.

Menurut Erick, abad 21 adalah abad yang paling menantang dalam sejarah peradaban manusia. Bangsa Indonesia, lanjut Erick, terutama generasi yang hidup di zaman ini memiliki tugas besar dalam melakukan transformasi kebangsaan.

"Kita harus siap menghadapi perubahan. Karena itu, dibutuhkan sikap mental yang konstruktif untuk bersaing di zaman ini," lanjut Erick.

Erick tak menampik jika hal ini merupakan tugas yang tidak mudah. Terlebih berada di arus media sosial yang kerap diisi oleh mereka yang menyimpangkan informasi, membakar sentimen perbedaan, dan menebalkan kebencian dengan politik identitas.

Erick menilai seluruh elemen bangsa tidak boleh berhenti dari kemajuan yang telah dicapai pemimpin bangsa dan harus berbuat lebih baik dari masa sebelumnya.

"Saya berharap semangat reformasi masih terus hidup menjadi salah satu modal bagi transformasi kebangsaan menuju Indonesia yang adil dan makmur. mari berjalan bersama ke depan memetik pelajaran berharga di masa lalu dan jangan pernah mengulangi tragedi yang mengorbankan sesama anak bangsa, mereka yang melupakan sejarah akan dihukum sejarah," ungkap Erick.

Erick menyampaikan penting juga memastikan Indonesia tak sekadar menjadi negara yang maju, melainkan juga makmur dan bahkan mendunia yang berlandaskan kepemimpinan dan masyarakat dengan memiliki akhlak yang baik. Bagi Erick, kekuasaan tanpa akhlak akan menjadi sebuah kezaliman, kekayaan tanpa akhlak akan menjadi sebuah kerakusan, kepintaran tanpa akhlak akan menciptakan tipu daya.

"Oleh karena itu, saya coba berbicara, bertemu, bersilaturahmi ke ponpes, perguruan tinggi, tak lain ingin memastikan dan merajut bahwa kita perlu dua hal yakni memastikan SDM yang baik dan juga memastikan ekonomi ini merupakan ekonomi kerakyatan dan ekonomi untuk umat," kata Erick.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA