Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Walkot Eri Inginkan Korban Kecelakaan Tol Dirawat di Surabaya

Selasa 17 May 2022 12:46 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Bilal Ramadhan

Warga mengangkat jenazah korban kecelakaan bus pariwisata untuk dimakamkan di Makam Islam Benowo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (16/5/2022). Walkot Eri Cahyadi menginginkan korban kecelakaan tol dirawat di Surabaya.

Warga mengangkat jenazah korban kecelakaan bus pariwisata untuk dimakamkan di Makam Islam Benowo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (16/5/2022). Walkot Eri Cahyadi menginginkan korban kecelakaan tol dirawat di Surabaya.

Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Walkot Eri Cahyadi menginginkan korban kecelakaan tol dirawat di Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengharapkan perawatan terbaik bagi warganya yang menjadi korban kecelakaan di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), dan saat ini menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Mojokerto. Eri pun meminta Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk berkoordinasi dengan Pemda Mojokerto terkait penanganan pasien tersebut.

"Saya ingin pelayanan yang terbaik buat warga Surabaya. Tolong kooordinasikan juga bawa dokter spesialis bedah ke beberapa rumah sakit tempat korban dirawat," kata Eri, Selasa (17/5).

Baca Juga

Eri juga mengaku sudah meminta dokter di Surabaya untuk berkoordinasi membantu penanganan korban yang dirawat di sejumlah RS di Mojokerto. Ia berharap, apabila dimungkinkan, korban yang merupakan warga Kota Pahlawan itu dapat dievakuasi untuk dirawat di RS Surabaya.

"Karena setelah dibawa ke Surabaya ini keluarga lebih tenang. Jadi harapannya perjalanan keluarga ke Mojokerto ini kan ada pengalaman traumanya, kalau nyetir jarak jauh juga kasihan," ujarnya.

Selain itu, kata dia, apabila seluruh korban itu dapat dirawat di RS Surabaya, maka pihaknya bisa memantau kondisi kesehatan secara langsung. Rencananya, jika memungkinkan korban yang merupakan warga Kota Pahlawan itu dievakuasi untuk selanjutnya dirawat di RSUD dr Soewandhie dan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH).

"Tapi kita lihat dulu apa bisa dibawa atau tidak, karena kita juga melihat kondisi pasien," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA