Senin 16 May 2022 20:32 WIB

Umat Buddha di Malang Terharu Bisa Kembali Rayakan Waisak Bersama

Umat Buddha di Malang Terharu Bisa Kembali Rayakan Waisak Bersama

Rep: jatimnow.com/ Red: jatimnow.com
Umat Buddha di Malang Terharu Bisa Kembali Rayakan Waisak Bersama
Umat Buddha di Malang Terharu Bisa Kembali Rayakan Waisak Bersama

Malang - Ada yang berbeda dari perayaan Waisak di Kabupaten Malang tahun ini. Tampak sejumlah Umat Buddha merayakan secara suka cita bersama-sama di Candi Sumberawan Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Senin (16/05/2022).

Ketua Vihara Vajra Bumi Buddhaloka Tantrayana Wagir, Joko menyebut bahwa perayaan Waisak tahun ini terasa spesial.

"Kalau dulu (saat Pandemi Covid-19) kita merayakan Waisak di vihara masing-masing didampingi kapolsek. Jadi selalu dicek apakah sudah sesuai protokol kesehatan atau tidak. Dan juga disesuaikan ruangan kita cukup berapa orang. Kalau cuma 10 orang ya 10 orang saja, sedangkan sisanya di luar," terang Joko penuh haru.

"Kalau sekarang kan lebih enak. Tapi tidak lepas dari protokol kesehatan. Karena sebelum kita bhakti kepada agama, aturan pemerintah itu ditaati," ungkapnya.

Joko juga mengungkapkan jika sebenarnya sejak dulu Umat Buddha di Malang merayakan Waisak di Candi Borobudur.

"Tapi tahun ini di sini (Candi Sumberawan), karena saat ini di Borobudur tidak boleh didatangi banyak orang. Sehingga yang ke Borobudur hanya perwakilan saja," tegasnya.

Joko menambahkan, di Vihara Vajra Bumi Buddhaloka Tantrayana Wagir ini ada upacara khusus saat malam sebelum Waisak.

Umat Buddha di Malang Raya saat merayakan Waisak di Candi Sumberawan

"Setiap tahun saat malam sebelum Waisak kita melakukan cuci ruang Buddha kecil menggunakan Bunga Setaman. Kita juga buat taman bunga dan taman buah yang kita hias," jelas dia.

Dia berpesan kepada Umat Buddha di Malang Raya agar lebih bisa menjadi pribadi yang terus berubah ke arah yang lebih baik lagi.

"Pesan saya kepada umat, kita tidak merayakan sekali atau dua kali, tapi setiap tahun. Jadi, bagaimana kita mengubah diri tidak hanya saat merayakan Waisak, tapi berubah lebih baik tanpa henti," tuturnya.

"Harapan saya Umat Buddha di Malang Raya bisa lebih kompak lagi. Karena ini masih ada yang belum bisa datang, harapannya bisa lebih banyak lagi sekte yang bisa datang. Karena ini yang dari Batu belum bisa datang," pungkas Joko.

 

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan jatimnow.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab jatimnow.com.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement