Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Perlukah BI Menaikan Suku Bunga Acuan?

Senin 16 May 2022 18:11 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolandha

Layar memampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (17/6/2021). Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI), Sunarsip menyampaikan, BI tidak perlu mengikuti langkah negara lain menaikan tingkat suku bunga saat ini.

Layar memampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (17/6/2021). Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI), Sunarsip menyampaikan, BI tidak perlu mengikuti langkah negara lain menaikan tingkat suku bunga saat ini.

Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
BI tidak perlu mengikuti langkah negara lain menaikan tingkat suku bunga saat ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tekanan inflasi membawa kekhawatiran menekan pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga muncul dorongan agar Bank Indonesia menaikan suku bunga acuannya.

Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI), Sunarsip menyampaikan, BI tidak perlu mengikuti langkah negara lain menaikan tingkat suku bunga saat ini. Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed) sendiri mengejar inflasinya yang tinggi dengan kenaikan suku bunga.

Baca Juga

"Saya berpendapat bahwa BI sebaiknya tidak perlu mengikuti langkah The Fed dalam menaikan suku bunga acuannya," katanya pada Republika.co.id, beberapa waktu lalu.

Pertimbangannya adalah inflasi nasional saat ini lebih banyak disebabkan oleh faktor sisi permintaan akibat adanya gangguan pasokan dan produksi. Di sisi lain, untuk mendorong kegiatan sisi produksi, industri dan dunia usaha membutuhkan modal kerja dengan biaya atau bunga yang terjangkau. 

Dengan demikian, bila BI mengikuti langkah The Fed misalnya dengan menaikan BI-7 Days Repo-nya sebanyak 3-4 kali seperti yang dilakukan The Fed, hal itu justru dapat berpotensi menjadi kebijakan yang kontraproduktif bagi upaya menjaga inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

BI perlu melakukan kebijakan kenaikan suku bunga acuan khususnya dalam mengerem terbatas laju permintaan dan menjaga stabilitas nilai tukar. Karenanya, kebijakan kenaikan suku bunga acuan dapat dilakukan secara terbatas.

Kebijakan kenaikan suku bunga acuan yang terbatas ini menjadi jalan tengah antara upaya menjaga inflasi dan nilai tukar. Agar menjaga pertumbuhan ekonomi khususnya dari sisi produksi.

Sementara itu, agar kebijakan kenaikan suku bunga acuan yang terbatas tersebut dapat lebih efektif dalam menahan laju inflasi, maka BI antara lain dapat mengkombinasikannya dengan kebijakan dari sisi makroprudensial. Khususnya yang menyangkut kebijakan pengendalian dari sisi demand.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA