Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

Pengamat: Demokrat-PKS Diprediksi Gabung KIB, NasDem ke Kubu PDIP  

Senin 16 May 2022 15:43 WIB

Red: Muhammad Hafil

Pengamat: Demokrat-PKS Diprediksi Gabung KIB, NasDem ke Kubu PDIP. Foto:  Partai politik / ilustrasi

Pengamat: Demokrat-PKS Diprediksi Gabung KIB, NasDem ke Kubu PDIP. Foto: Partai politik / ilustrasi

Foto: tst
Pilpres 2024 diprediksi memunculkan dua koalisi besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang sudah dibentuk oleh Partai Golkar, PAN, dan PPP  diprediksi akan melawan koalisi PDIP dan Gerindra yang telah digaungkan mengusung Prabowo-Puan sejak lama pada Pilpres 2024 mendatang.

Peneliti LIPI, Wasisto Rahadjo Jati mengatakan, besar kemungkinan parpol-parpol lain hanya akan merapat ke dua kutub politik tersebut. Misalnya saja, kata dia, PKS dan Demokrat.

Baca Juga

Wasis mengatakan, sangat mungkin bergabung dengan koalisi pimpinan Airlangga Hartarto tersebut.

“PKS dan Demokrat sepertinya bergabung dengan kubu Golkar,” kata Wasis saat dihubungi, Senin (16/5/2022).

Menurut Wasis, dua parpol tersebut lebih dekat dengan KIB. Sebab, semuanya pernah bekerja sama dalam koalisi yang sama di era Presiden SBY.

“Karena sudah terjalin relasi dan pengalaman harmonis ketika 10 tahun pemerintahan SBY,” kata Wasisto.

Sementara NasDem, lanjut dia, lebih memungkinkan untuk bergabung dengna poros PDIP-Gerindra. Meskipun dia mengakui antara PDIP dan NasDem memiliki hubungan yang penuh dinamika. Tapi, dalam politik semua bisa sangat cair. Termasuk hubungan antar elitenya.

“NasDem sepertinya lebih dekat ke kubu PDIP,” kata Wasis.

Sementara PKB, Wasis melihat, saat ini masih berada di tengah antara dua poros politik yang telah mengkristal tersebut. Apalagi, PKB ngotot ingin mengusung Muhaimin Iskandar sebagai calon presiden.

“PKB ini masih netral terlebih partai ini masih berusaha mengusung Muhaimin sebagai capres,” katanya.

Wasis justru khawatir PKB akan ketinggalan gerbong koalisi apabila tetap ngotot ingin mengusung Cak Imin sebagai capres atau cawapres. Kecuali, PKB bersama parpol Islam ingin membentuk koalisi sendiri.

Untuk posisi capres dan calon wakil presiden di koalisi KIB, Wasis melihat, saat ini KIB butuh sosok yang populis. Hingga sejauh ini, baru Airlangga Hartarto yang didorong Golkar mau sebagai calon presiden.

Ihwal lawatan Gubernur Jabar Ridwan Kamil ke tokoh parpol KIB, Wasis mengatakan, momen tersebut menjadi bagian penjaringan calon presiden dan calon wakil presiden dari KIB. 

“Golkar masih berupaya mencari tokoh populis kuat untuk bisa diusung dalam Pilpres 2024,” ujar Wasis.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA