Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

5 Makanan Ini Sebaiknya Dihindari karena Picu Kelelahan Hingga Stres

Senin 16 May 2022 13:28 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Makanan yang dikonsumsi bisa mempengaruhi banyak aspek, termasuk energi.

Makanan yang dikonsumsi bisa mempengaruhi banyak aspek, termasuk energi.

Foto: www.freepik.com.
Makanan yang dikonsumsi bisa mempengaruhi banyak aspek, termasuk energi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Makanan yang dikonsumsi bisa memengaruhi berbagai aspek dalam tubuh termasuk otak, suasana hati hingga tingkat energi. Jadi ketika seseorang memiliki kebiasaan makan tak sehat, itu bisa menyebabkan peradangan dan membuat energi yang tersedia untuk otak menjadi lebih sedikit. Ini lantaran peradangan tingkat rendah bisa mematikan saklar metabolisme di jalur kimia yang menghasilkan energi.

Akibatnya tidak hanya energi yang lebih rendah tetapi terjadi peningkatan radikal bebas yang merusak jaringan otak. Ahli nutrisi di Harvard Medical School Dr Uma Naidoo menjelaskan bahwa ada makanan yang bisa menyebabkan kecemasan dan kelelahan, alih-alih memberikan energi. Dilansir dari CNBC, Senin (16/5/2022), berikut lima jenis makanan yang harus dihindari karena bisa membuat lelah dan stres menurut Naidoo.

Baca Juga

 

1. Makanan olahan

Mengonsumsi makanan olahan yang tidak sehat seperti makanan yang dipanggang dan soda yang sarat dengan gula halus dan tambahan akan membanjiri otak dengan glukosa. “Banjir gula” ini dapat menyebabkan peradangan di otak dan pada akhirnya dapat menyebabkan depresi dan kelelahan.

Daripada membeli makanan olahan, Naidoo menyarankan untuk mengonsumsi makanan utuh yang padat nutrisi seperti sayuran segar, protein bersih seperti daging sapi organik yang diberi makan rumput dan ikan liar ataupun yang ditangkap secara berkelanjutan.

 

2. Minyak olahan (industrial seed oil)

Industrial seed oil adalah minyak olahan yang diekstraksi dari kedelai, jagung canola, biji kapas dan bunga matahari. Melalui pemrosesan, minyak ini menjadi sangat tinggi kandungan asam lemak omega 6 yang diketahui bisa memicu inflamasi dalam tubuh, alih-alih mengandung omega 3 yang bisa meningkatkan kesehatan otak.

Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi makanan tinggi asam lemak omega-6 berisiko lebih tinggi mengalami depresi dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi makanan tinggi omega-3. Naidoo menyarankan untuk memilih minyak alternatif anti-inflamasi seperti minyak zaitun extra virgin atau minyak alpukat saat memasak.

 

3. Gula tambahan

Gula yang ditambahkan dan dimurnikan memperburuk peradangan dan membanjiri tubuh dengan lebih banyak gula daripada yang dibutuhkan. Ini kemudian bisa menciptakan peningkatan kecemasan dan tingkat suasana hati yang tidak stabil.

 

4. Makanan yang digoreng

Tempura, aneka gorengan, samosa, fish and chips, ayam goreng memang begitu menggoda bukan? Tapi sebaiknya kurangi jumlah makanan itu. Sebuah studi tahun 2016 mengamati 715 pekerja pabrik dan mengukur tingkat depresi, ketahanan, dan konsumsi makanan yang digoreng. Benar saja, para peneliti menemukan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak makanan yang digoreng lebih mungkin mengalami depresi dalam hidup mereka.

 

5. Pemanis buatan

Sains mengimplikasikan bahwa konsumsi berlebih pemanis buatan dapat berkontribusi pada depresi. Satu studi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi pemanis buatan, lebih mudah stress daripada mereka yang tidak mengonsumsinya. Lebih buruk lagi, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pemanis buatan dapat menjadi racun bagi otak.

Di sisi lain, ada juga makanan yang bisa melawan kelelahan dan membuat otak lebih sehat. Ini termasuk probiotik yang bisa didapat dari yogurt, tempe, miso, asinan kubis, kefir, kimchi, kombucha dan keju tertentu. Lalu ada prebiotic dari kacang-kacangan, gandum, pisang, beri, bawang putih, bawang bombay, dandelion, asparagus, artichoke, dan daun bawang.

Ada juga karbohidrat rendah GI yang bisa didapat dari beras merah, quinoa, oatmeal, dan biji chia. Untuk lemak sehat bisa didapat dari minyak zaitun, kacang-kacangan, selai kacang dan alpukat. Asam lemak omega-3 bisa didapat dari ikan, terutama ikan berlemak seperti salmon, mackerel, tuna, herring, dan sarden.

“Untuk vitamin juga penting diperhatikan, seperti vitamin B9, B12, B1, B6, A dan C bisa melawan kelelahan. Begitupun zat besi, magnesium, kalium, seng, dan selenium hingga beragam rempah dan tanaman herbal,” kata Naidoo.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA