Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Everton Menuju Zona Degradasi, Lampard Tumpahkan Amarah kepada Wasit

Senin 16 May 2022 13:10 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Gilang Akbar Prambadi

 Pelatih kepala Everton Frank Lampard.

Pelatih kepala Everton Frank Lampard.

Foto: AP/Jon Super
Everton menyelesaikan pertandingan dengan sembilan pemain.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Pelatih Everton, Frank Lampard kembali mengkritisi kinerja wasit di Liga Primer Inggris. Ini menyusul kekalahan yang diderita timnya saat berhadapan dengan Brentford.

Tampil di kandang sendiri, the Toffes takluk 2-3 dari the Bees di Goodison Park, Senin (16/5/2022) dini hari WIB. Tuan rumah menyelesaikan pertandingan dengan sembilan pemain. Ada beberapa hal yang menjadi fokus kritikan Lampard.

Baca Juga

Ia menilai timnya layak mendapat penalti pada babak pertama. Tepatnya ketika penggawa kubu tamu, Kristoffer Ajer menarik jersey penyerang Everton, Richarlison. Kejadian tersebut berlangsung di kotak penalti Brentford.

Saat itu, the Toffes dalam keadaan unggul 1-0. Lampard kecewa, Michael Oliver tidak menunjuk titik putih. Setelahnya, bek merseyside biru, Jarrad Branthwaite diusir wasit karena menghalangi pergerakan Ivan Toney.

Ahasil selama 70 menit Everton bermain dengan 10 orang. Kemudian sekitar dua menit menjelang waktu normal berakhir, penyerang tuan rumah, Jose Salomon Rondon juga mendapat kartu merah. Lengkap sudah penderitaan rival sekota Liverpool ini.

"Wasit dan VAR memiliki salah satu pekerjaan terberat, tapi kenyataannya, kami berada di akhir yang buruk dari banyak keputusan musim ini," kata Lampard, dikutip dari laman resmi klubnya, Senin.

Everton sedang berjuang menghindari degradasi. Andai menundukkan Brentford, Seamus Coleman dan rekan-rekan sudah pasti di posisi aman. Tapi kini mereka harus berjuang di pertandingan berikutnya.

Tapi keputusan wasit dalam duel kontra the Bees sangat mengganggu Lampard. Ia merasa mewakili klub dan penggemar untuk berbicara. Sebab, hasil laga tersebut, bisa memengaruhi perjalanan mereka.

"Penalti untuk tarikan kaus, berarti bisa saja kami unggul 2-0 dan jika tampil dengan 11 pemain, kita semua tahu, bagaimana pertandingan itu akan berjalan," ujar Lampard.

Untungnya, Everton memiliki kendali atas mereka sendiri. The Toffees berada di posisi ke-16 klasemen sementara. Dengan mengantongi 36 poin, Jordan Pickford dkk unggul dua angka atas Burnley di urutan ke-18.

Berikutnya, anak asuh Lampard bertemu Crystal Palace. Duel tersebut berlangsung di Goodison Park, Jumat (20/5/2022) dini hari WIB. Kemenangan bisa membuat kubu Merseyside Biru bertahan di Liga Primer.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA