Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Shanghai Kembai Buka Beberapa Bisnis dengan Pembatasan Kapasitas 

Senin 16 May 2022 11:38 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

Komuter berjalan keluar dari kereta bawah tanah di tengah hujan selama jam sibuk pagi hari Rabu, 27 April 2022, di Beijing. Wakil Wali Kota Shanghai, Chen Tong mengatakan, toko kelontong, mal, toko serba ada, dan apotek akan diizinkan untuk dibuka dengan batasan pengunjung.

Komuter berjalan keluar dari kereta bawah tanah di tengah hujan selama jam sibuk pagi hari Rabu, 27 April 2022, di Beijing. Wakil Wali Kota Shanghai, Chen Tong mengatakan, toko kelontong, mal, toko serba ada, dan apotek akan diizinkan untuk dibuka dengan batasan pengunjung.

Foto: AP Photo/Andy Wong
Toko kelontong, mal, dan apotek diizinkan buka terbatas.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Supermarket, mal, dan restoran di Shanghai akan diizinkan buka dalam kapasitas terbatas mulai Senin (16/5/2022). Namun belum diketahui apakah penduduk akan diizinkan keluar dari rumah mereka.

Wakil Wali Kota Shanghai, Chen Tong mengatakan, toko kelontong, mal, toko serba ada, dan apotek akan diizinkan untuk dibuka dengan batasan pengunjung. Pasar pertanian juga akan diizinkan untuk dibuka kembali dibuka. Pemerintah mengimbau agar tidak ada kontak langsung dalam transaksi di pasar. Sementara restoran diizinkan untuk melayani takeout.

Baca Juga

Namun Departemen Transportasi Shanghai mengatakan, semua jalur kereta bawah tanah di kota itu telah berhenti beroperasi. Belum diketahui kapan layanan kereta bawah tanah akan dimulai kembali.

Pejabat Shanghai sebelumnya mengatakan kota berpenduduk 25 juta orang itu akan dibuka kembali secara terbatas. Penduduk yang telah diizinkan kembali bekerja dimasukkan ke dalam sistem "loop tertutup" yang penerapannya serupa dengan yang digunakan untuk Olimpiade. Dengan sistem tersebut, mereka tidak bisa kembali ke rumah tetapi harus tinggal di suatu tempat.

China pada Ahad (15/5/2022) melaporkan 1.718 kasus Covid-19 yang ditularkan secara lokal. Sebagian besar kasus adalah infeksi tanpa gejala.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA