Sunday, 14 Rajab 1444 / 05 February 2023

Partai Berkuasa Swedia Siap Dukung Tawaran NATO

Ahad 15 May 2022 20:20 WIB

Red: Friska Yolandha

Bendera berkibar tertiup angin di luar markas NATO di Brussel, 7 Februari 2022. Dengan Finlandia dan Swedia mengambil langkah untuk bergabung dengan NATO, daftar negara

Bendera berkibar tertiup angin di luar markas NATO di Brussel, 7 Februari 2022. Dengan Finlandia dan Swedia mengambil langkah untuk bergabung dengan NATO, daftar negara

Foto: AP Photo/Olivier Matthys
Invasi Rusia membuat Swedia memikirkan kembali tawaran menjadi anggota NATO.

REPUBLIKA.CO.ID, STOCKHOLM -- Partai Sosial Demokrat yang berkuasa di Swedia pada Ahad (15/5/2022) menyatakan dukungannya pada rencana Swedia bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Serangan Rusia ke Ukraina mendorong Swedia untuk memikirkan kembali kebutuhan keamanan mereka dengan aliansi tersebut.

Perang di Ukraina, yang disebut Rusia sebagai 'operasi militer khusus', telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan orang mengungsi. Perang menghancurkan kebijakan keamanan lama dan memicu gelombang dukungan untuk keanggotaan NATO di Swedia dan Finlandia.

Baca Juga

Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson telah mengadakan debat internal selama seminggu terakhir tentang menjatuhkan oposisi lama untuk keanggotaan NATO. Permohonan resmi oleh pemerintah segera diajukan.

Baik Swedia maupun Finlandia sudah menjadi mitra NATO selama bertahun-tahun. Mereka beralasan perdamaian paling baik dipertahankan dengan tidak memilih pihak secara terbuka.

Tampaknya, invasi Rusia telah mengubah pemikiran kedua negara. Mereka perlu melakukan sesuatu untuk melindungi negara.

Rusia telah memperingatkan Swedia dan Finlandia tentang "konsekuensi serius" jika bersikeras menjadi anggota NATO. Rusia dapat mengerahkan senjata nuklir dan rudal hipersonik di eksklave Eropa Kaliningrad jika Swedia dan Finlandia menjadi anggota NATO.

sumber : Reuters
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA