Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Kronologi Penembakan Massal di Swalayan AS yang Tewaskan 10 Orang

Ahad 15 May 2022 19:03 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Gita Amanda

Polisi berbicara dengan para pengamat saat menyelidiki setelah penembakan di sebuah supermarket pada hari Sabtu, 14 Mei 2022, di Buffalo, N.Y.

Polisi berbicara dengan para pengamat saat menyelidiki setelah penembakan di sebuah supermarket pada hari Sabtu, 14 Mei 2022, di Buffalo, N.Y.

Foto: AP/Joshua Bessex
Pelaku penembakan telah didakwa dengan tuduhan pembunuhan tingkat pertama

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Penembakan massal di sebuah swalayan di New York telah menewaskan 10 orang. Hingga kini masih belum diketahui motif dari penembakan tersebut.

Dilansir dari AP News, Ahad (15/5/2022), seorang remaja kulit putih berusia 18 tahun, dengan mengenakan perlengkapan militer dan menenteng senapan memasuki swalayan. Dia kemudian melepaskan tembakan membabi buta.

Baca Juga

Dia juga melakukan siaran langsung dengan kamera di helmnya ketika melepaskan tembakan di sebuah supermarket di Buffalo itu. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (14/5/2022) dan menewaskan 10 orang serta melukai tiga orang lainnya.

Pelaku serangan di Tops Friendly Market diidentifikasi sebagai Payton Gendron (18 tahun), dari Conklin, New York, sekitar 200 mil (320 kilometer) tenggara Buffalo. Belum diketahui motif pelaku melancarkan aksinya ke Buffalo dan toko kelontong itu.

Sebuah klip, yang diunggah di media sosial, menunjukkan Gendron tiba di supermarket dengan mobilnya. Kemudian dia menembak empat orang di luar toko. “Tiga orang tewas,” kata Komisaris Polisi Buffalo, Joseph Gramaglia.

Di dalam toko, seorang penjaga keamanan yang merupakan pensiunan polisi Buffalo melepaskan beberapa tembakan. Tetapi peluru itu tidak bisa menembus rompi antipeluru Gendron. “Pria bersenjata itu kemudian membunuh penjaga itu, lalu memasuki toko itu dan menembaki korban-korban lainnya,” kata Gramaglia.

Polisi memasuki toko dan menghadapi Gendron yang membawa senjata. Saat itu tersangka menodongkan pistol ke lehernya sendiri dua petugas membujuknya untuk menjatuhkan pistol.

Saksi Braedyn Kephart dan Shane Hill (20), berhenti di tempat parkir tepat saat penembak keluar. Mereka menggambarkan seorang pria kulit putih di akhir usia belasan atau awal dua puluhan yang mengenakan pakaian militer lengkap, helm hitam, dan senapan.

“Dia berdiri di sana dengan pistol di dagunya. Kami berpikir apa yang terjadi? Mengapa anak ini menodongkan pistol ke wajahnya. Dia jatuh berlutut, melepaskan helmnya, menjatuhkan senjatanya, dan ditangkap oleh polisi,” katanya.

Para pejabat mengatakan senapan yang digunakan Gendron dalam serangan itu dibeli secara legal tetapi magasin yang dia gunakan untuk amunisi tidak boleh dijual di New York.

Dilansir CBS News, Pengacara Distrik Erie County John Flynn mengatakan Gendron telah didakwa dengan tuduhan pembunuhan tingkat pertama, tuduhan pembunuhan paling parah di bawah hukum New York. Tetapi Gendron mengaku tidak bersalah.

Tuduhan itu membawa hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat. Sidang kasus pidana telah dijadwalkan pada 19 Mei.

Flynn mengatakan pada Sabtu malam bahwa kantornya sekarang sedang menyelidiki kemungkinan tuduhan terorisme dan tuduhan pembunuhan lainnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA