Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

BUMN Siapkan Distribusi Minyak Goreng Curah ke 5.000 Lokasi

Ahad 15 May 2022 12:31 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Bilal Ramadhan

Petugas mengisi minyak goreng curah ke dalam jerIken milik warga di pasar tradisional. Kementerian BUMN menyiapkan distribusi minyak goreng curah ke 5.000 lokasi.

Petugas mengisi minyak goreng curah ke dalam jerIken milik warga di pasar tradisional. Kementerian BUMN menyiapkan distribusi minyak goreng curah ke 5.000 lokasi.

Foto: ANTARA/Kornelis Kaha
Kementerian BUMN menyiapkan distribusi minyak goreng curah ke 5.000 lokasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri BUMN I Pahala N Mansury, mengatakan Holding BUMN Pangan mulai melakukan pilot project distribusi minyak goreng curah seharga Rp 14 ribu per liter. Ditargetkan pendistribusian akan menjangkau 5.000 titik lokasi di seluruh Indonesia.

“Target Pilot project distribusi minyak goreng curah harga Rp 14.000 per liter akan didistribusikan ke 5.000 titik lokasi yang tersebar seluruh Indonesia sinergi BUMN dan Kementerian Perdagangan, Kementerian terkait hingga private sector,” kata Pahala dalam keterangan resminya, Sabtu (15/5/2022).

Baca Juga

Pahala melanjutkan, pilot project ke 5.000 titik ini akan dilaksanakan BUMN Holding Pangan ID Food bersama anak usahanya di sektor Perdagangan yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan Rajawali Nusindo.

“Hari ini saya meninjau langsung warung-warung di pasar tradisional selain untuk memastikan ketersediaan minyak goreng dan harga di pasaran, juga memastikan Pilot project distribusi minyak goreng curah ke 5.000 titik yang akan dilaksanakan BUMN Pangan dapat terealisasi dengan baik," ujarnya menambahkan.

Ia menilai, BUMN Pangan potensi mengembangkan pasar dengan menggandeng pengusaha kecil ataupun pengecer dalam mendistribusikan minyak goreng agar kebutuhan masyarakat terpenuhi. Hal ini pun untuk meningkatkan peran BUMN dalam menjaga pasokan pangan.

“Tidak hanya Pedagang ataupun Pengusaha skala besar, para pengecer atau warung-warung bahkan Usaha Mikro Kecil pun bisa menjadi mitra BUMN dalam pendistribusian minyak goreng," ujarnya.

Pahala menyebut pilot project distribusi minyak goreng ke 5.000 titik lokasi ditargetkan terlaksana mulai Sabtu (14/5/2022) hingga akhir Mei 2022. Adapun jangkauan wilayahnya antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, NTB, Kalimantan dan Sulawesi.

Ia mengatakan, isu minyak goreng saat ini tidak hanya kelangkaan pasokan melainkan upaya stabilisasi harga minyak goreng sesuai ketetapan pemerinth. Mengingat. masih banyak para pengecer maupun warung- warung kecil yang masih menjual diatas HET.

“Di sinilah peran BUMN dalam menggandeng pengecer agar masyarakat dengan mudah mendapatkan minyak goreng dan harga terjangkau," katanya.

Selain pengecer ataupun warung kecil, ia berharap ID Food juga dapat memperluas market door to door ke tingkat kecamatan, RT dan RW untuk mendata penduduk  rumah tangga yang pasti membutuhkan minyak goreng untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, ID Food juga diharapkan dapat menyiapkan aplikasi platform khusus pengembangan dari aplikasi Warung Pangan yang dikelolanya untuk memastikan pendistribusian minyak goreng secara online serta monitoring keterjangkauan harga minyak goreng 14 ribu per liter sampai ke tingkat konsumen ataupun masyarakat.

“Realisasi program distribusi minyak goreng ini merupakan salah satu upaya BUMN dalam mewujudkan visi kedaulatan pangan nasional," kata dia.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA