Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Ukraina Kumpulkan Jasad Tentara Rusia untuk Dipulangkan

Sabtu 14 May 2022 15:41 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Andri Saubani

 Seorang prajurit Ukraina berjalan di atas kendaraan tempur Rusia yang hancur di Bucha, Ukraina. Ukraina akan mengirim kembali jasad para tentara Rusia yang gugur ke keluarga mereka masing-masing. (ilustrasi)

Seorang prajurit Ukraina berjalan di atas kendaraan tempur Rusia yang hancur di Bucha, Ukraina. Ukraina akan mengirim kembali jasad para tentara Rusia yang gugur ke keluarga mereka masing-masing. (ilustrasi)

Foto: AP/Vadim Ghirda
Jenazah tentara Rusia akan dikirim kembali ke keluarga mereka.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Jenazah tentara Rusia yang tewas dalam pertempuran di Ukraina, ditempatkan dengan jenazah lainnya di dalam kereta berpendingin. Jenazah tersebut akan dikirim kembali ke keluarga mereka.

“Sebagian besar dari mereka dibawa dari wilayah Kiev, ada beberapa dari wilayah Chernihiv dan dari beberapa wilayah lain juga,” ujar Kepala Penghubung Sipil-Militer, Volodymyr Lyamzin.

Baca Juga

Lyamzin mengatakan, kereta berpendingin yang ditempatkan di wilayah lain di seluruh Ukraina digunakan untuk tujuan yang sama, yaitu memulangkan jenazah ke keluarga mereka.

Sehari sebelumnya, militer Ukraina merilis foto udara dari sisa-sisa kendaraan lapis baja Rusia yang terbakar dan terbengkalai. Kendaraan lapis baja itu terkena serangan ketika mencoba menyeberangi sungai di wilayah Donbas, yang telah menjadi medan pertempuran utama.

Reuters tidak dapat memverifikasi laporan Ukraina teraebut, tetapi Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan, sebuah jembatan dan bagian dari batalion lapis baja telah dihancurkan di Sungai Donets Siverskyi. Sementara pasukan Rusia berusaha menerobos pertahanan di tempat lain di Donbas.

"Kami memasuki fase perang baru yang panjang," kata Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov dalam sebuah unggahan di Facebook.

Rusia telah menarik diri dari kota-kota di sekitar Ibu Kota Kiev. Rusia kini fokus menyusun pertahanan di Ukraina timur. Pasukan Ukraina telah menyingkirkan Rusia dari kota terbesar kedua, Kharkiv.

Wartawan Reuters telah mengkonfirmasi bahwa Ukraina menguasai wilayah yang membentang ke Sungai Donets Siverskyi, sekitar 40 kilometer ke timur.  Namun, Moskow masih membombardir desa-desa terdekat, termasuk Dergachi, yang terletak sekitar 10 kilometer di utara Kharkiv.

"Saya tidak bisa menyebutnya apa pun kecuali tindakan teroris," kata Walikota Dergachi, Vyacheslav Zadorenko kepada Reuters setelah rudal menghantam sebuah gedung yang digunakan untuk mendistribusikan bantuan.

Rusia mengatakan, pasukannya telah menyerang gudang senjata, termasuk menembak jatuh sebuah pesawat Su-27 Ukraina di wilayah Kharkiv, dan melumpuhkan kilang minyak Kremenchuk di Ukraina tengah. Reuters tidak dapat secara independen memverifikasi klaim tersebut.

Klaim keberhasilan paling nyata dari operasi militer Rusia di Ukraina adalah merebut petak wilayah di sepanjang pantai selatan untuk menghubungkan semenanjung Krimea, yang direbut Rusia pada 2014, dengan wilayah Donetsk dan Luhansk. Wilayah ini dikuasai separatis yang berperang melawan pasukan Ukraina selama bertahun-tahun.

Wakil Kepala Duma Rusia atau majelis rendah parlemen, Anna Kuznetsova, mengunjungi Kherson untuk memberikan bantuan kepada penduduk setempat. Selain itu, terjadi pertempuran baru di sekitar Pulau Ular, yaitu sebuah pulau dengan lokasi strategis, yang mengendalikan jalur pelayaran vital di Laut Hitam. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA