Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Kenalkan Uang Pada Anak Bukan Hal Tabu, Simak Caranya!

Sabtu 14 May 2022 09:41 WIB

Rep: Editor (swa.co.id)/ Red: Editor (swa.co.id)

Uang dan Anak

Uang dan Anak

Bagaimana cara mengenalkan uang kepada anak?

Keluarga merupakan unit pendidikan paling mendasar dalam kehidupan manusia. Maka dari itu, orang tua memiliki peran sebagai guru pertama bagi anaknya. Dengan edukasi pertama ini, diharapkan anak menjadi pribadi yang tangguh, bertanggung jawab dan mandiri.

Edukasi yang diberikan oleh orang tua tidak hanya tentang pembentukan kepribadian dan karakter, namun bisa juga tentang keuangan. Banyak orang tua masih menganggap membahas keuangan dengan anak adalah hal yang tabu dan sebaiknya dibicarakan ketika mereka sudah dewasa. 

Orang tua perlu memahami juga bahwa mengenalkan konsep keuangan kepada anak punya banyak dampak positif. Contohnya adalah anak bisa memiliki money behavior yang baik, anak dapat lebih bijak dalam menggunakan uang, dan bisa menumbuhkan kebiasaan menabung.

Perencana Keuangan Finansialku.com, Rista Zwestika Reni, CFP® berpendapat bahwa orang tua harus bisa mendidik anaknya tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dengan uang yang dimilikinya. 

Menurut Rista, pemahaman tentang uang biasanya mudah diterima saat anak memasukki usia 6-7 tahun. Karena, anak-anak sudah mulai bisa berkomunikasi. Sehingga, sedikit demi sedkit mulai paham apa itu uang dan kegunaanya.

Tantangannya adalah bagaimana menabung ini menjadi suatu hal yang menyenangkan untuk anak-anak,” ujar Rista terkait tantangan yang dihadapi oleh orang tua dalam mengenalkan uang kepada anak.

Ia juga membeberkan 5 cara yang bisa digunakan para orang tua untuk mengedukasi konsep uang pada anak, diantaranya:

Anda bisa mulai mengenalkan uang secara bertahap pada anak dengan bahasa yang sederhana, dan mudah dimengerti.  Misalnya, mengenalkannya mulai dari warna, bentuk, dan nominal uang. Variasikan dengan cara bermain, atau tebak-tebakan seperti kuis berhadiah.

Rista juga menyarankan untuk menghindari mendidik anak dengan tegas dan keras. Karena nantinya, anak menjadi menganggap sepele dengan uang, dan malah takut untuk belajar lagi.

Selain mengenalkan uang, coba libatkan juga anak Anda pada hal – hal yang berhubungan dengan uang. Contohnya seperti mengajak anak datang ke bank ketika Anda ingin menabung. Tujuannya agar anak paham bahwa Anda sebagai orang tuanya sedang menyimpan uangnya.

Selanjutnya Anda juga bisa mengajak anak ketika ingin belanja kebutuhan bulanan. Agar anak bisa tahu bahwa Anda sedang mengeluarkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Selain itu, kenalkan perlahan dengan memberi contoh yang baik dalam mengelola keuangan Anda. Misalnya, menulis pemasukkan dan mengevaluasi pengeluaran. Sebagai orang tua, bila anak bertanya, tentu Anda harus sabar dengan memberi jawaban yang mudah dipahami.

Memberikan celengan kepada anak merupakan salah satu bentuk pengenalan secara praktikal. Setelah memberikan celengan, selanjutnya Anda bisa minta anak Anda untuk rutin memasukkan uang ke dalam celengan tersebut setiap kali mendapatkan uang. 

Hal ini berguna untuk menimbulkan kebiasaan untuk menyisihkan uangnya, dan belajar untuk hemat juga.

Sebelum membelikan celengan pada anak, akan lebih baik apabila Anda memberi edukasi dulu apa itu menabung, manfaatnya, dan tujuan dari menabung.

Beri tantangan kecil pada anak untuk membeli barang yang diinginkan dari hasil menabung,” ucap Rista.

Bila Anda memberikan apresiasi menabung berupa hadiah, pasti anak Anda pun akan semangat menabung. Berikan semangat agar anak merasa bangga bisa membeli barang dari uang hasil menabungnya. 

3. Terapkan Konsep Gaji

Setelah anak mulai terbiasa dengan cara-cara di atas, selanjutnya Anda bisa menerapkan konsep gaji pada anak. Beri anak misi-misi kecil, seperti selesaikan PR sekolah, bersih-bersih rumah atau kamar anak, jangan main handphone seharian, atau lainnya. Bila berhasil, mereka bisa mendapatkan uang sebagai gajinya.

Hal ini dilakukan agar mereka paham bahwa mendapatkan uang itu awalnya harus mengerjakan sesuatu,” kata Rista.

Setelah anak mengerjakan tugasnya, Anda bisa memberikan jatah uang secara mingguan atau harian.

Tujuannya adalah untuk membiasakan anak-anak mengatur uangnya, dan memotivasi mereka untuk terus mengumpulkan uang,” ujarnya.

4. Jadilah Teladan yang Baik

Memberikan pengetahuan baik secara teori dan praktik saja tidak cukup, ditambah lagi anak suka meniru perilaku orang tuanya. Maka orang tua harus bisa menjadi contoh yang baik bagi anak.

Dengan begitu, anak akan mencontoh kebiasaan baik yang Anda lakukan setiap harinya, termasuk soal penggunaan uang. Rista berpesan agar Anda juga harus memiliki kebiasaan yang baik.

Jangan berharap anak akan memiliki konsep yang tepat tentang uang, bila orang tuanya saja belum melakukannya,” imbuhnya secara tegas. (Regine Deanaendra)

Artikel ini diproduksi oleh tim finansialku.com untuk swa.co.id

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA