Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Mencium 3 Bau Ini Bisa Jadi Pertanda Kolesterol Tinggi

Sabtu 14 May 2022 01:05 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Cek kadar kolesterol dalam darah (ilustrasi)

Cek kadar kolesterol dalam darah (ilustrasi)

Foto: PA
Mencium bau yang sebenarnya tidak ada bisa menjadi tanda beberapa penyakit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kadar kolesterol yang tinggi bisa membuat penderitanya mencium bau yang sebenarnya tidak ada. Kondisi ini dikenal sebagai phantom odour perception.

Hubungan antara kadar kolesterol tinggi dengan phantom odour perception pernah disoroti dalam sebuah studi pada 2020. Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Laryngoscope.

Baca Juga

Ada tiga bau yang sebenarnya tidak ada namun kerap dicium oleh orang yang mengalami phantom odour perception. Ketiga bau tersebut adalah bau tidak sedap, bau terbakar, dan bau busuk.

Dalam studi, tim peneliti menggunakan data dari National Health Nutrition Examination Survey yang didapatkan pada periode 2011-2014. Data ini melibatkan sampel dari 7.417 orang dewasa berusia 40 tahun ke atas.

Data yang digunakan meliputi laporan mengenai kondisi vaskular para partisipan, termasuk riwayat strok. Kadar kolesterol total para partisipan juga diukur.

Tim peneliti lalu menemukan bahwa orang dewasa yang mengidap kadar kolesterol tinggi namun terkontrol cenderung lebih sering melaporkan phantom odour perception dibandingkan orang dewasa yang tak mengalami kadar kolesterol tinggi.

Selain kaitannya dengan kadar kolesterol tinggi, phantom odour perception juga tampak berkaitan dengan masalah kesehatan lain seperti strok. Penderita strok memiliki kemungkinan 76 persen lebih tinggi untuk mengeluhkan phantom odour perception.

Phantom odour perception juga tampak berkaitan dengan tekanan darah tinggi. Orang dewasa yang mengalami tekanan darah tinggi namun terkontrol cenderung lebih sering melaporkan phantom odour perception dibandingkan orang dewasa yang tak memiliki tekanan darah tinggi.

Di samping itu, phantom odour perception juga tampak berkaitan dengan beberapa masalah penyakit jantung. Tim peneliti juga menemukan adanya kaitan antara phantom odour perception dengan diabetes.

Kejadian phantom odour perception tampak tiga kali lipat lebih tinggi ditemukan pada orang berusia 60 tahun ke atas yang menderita diabetes. Akan tetapi, kondisi ini hanya dialami oleh penderita diabetes yang menggunakan dua obat yaitu insulin dan obat oral.

"Strok, angina, gagal jantung kongestif, tekanan darah tinggi yang terkontrol baik, kadar kolesterol tinggi yang terkontrol baik berkaitan dengan phantom odour perception," jelas tim peneliti, seperti dilansir Express.

Terkait kadar kolesterol tinggi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengontrol kondisi tersebut sekaligus mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu upaya yang dapat membantu adalah menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang.

"Untuk menurunkan kadar kolesterol Anda, coba pangkas asupan makanan berlemak, terutama makanan yang mengandung jenis lemak bernama lemak jenuh," ungkap National Health Service (NHS).

Cara lain yang dapat membantu adalah melakukan latihan fisik secara rutin, setidaknya 150 menit per pekan. Beberapa opsi latihan fisik yang baik dilakukan adalah berjalan kaki, berenang, dan bersepeda.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA