Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Kasus Hepatitis Akut di Bandung Diklaim Masih Nihil

Jumat 13 May 2022 19:56 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Agus Yulianto

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna.

Foto: Humas Pemkot Bandung
Dinkes dan Disdik Kota Bandung mengatisipasi penyebaran hepatitis akut di sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih mengantisipasi penyebaran hepatitis akut yang tengah merebak. Kasus di Kota Bandung sendiri sejauh ini masih belum ditemukan.

"Hepatitis alhamdulillah di Bandung ini saya versinya versi kepala Dinas Kesehatan kan belum ditemukan dan kita berdoa tidak ada kejadian gitu," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna, Jumat (13/5/2022).

Namun begitu, dia mengatakan, pihaknya melakukan antisipasi dan terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Koordinasi pun sudah dilakukan kepada seluruh rumah sakit di Bandung.

"Dinas kesehatan itu koordinasi dengan rumah sakit mah keniscayaan ya itu dilakukan dan itu terus di apa istilahnya dipertanyakan ada kasus atau tidak dan lain sebagainya. Kalau ada mungkin penduduk dari mana, kan Bandung mah rumah sakit rujukan dari mana-mana," katanya.

Dia melanjutkan, Dinas Kesehatan pun berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk mengantisipasi penyebaran hepatitis akut di sekolah. Pihaknya terus melakukan edukasi.

"Sekarang PTM sudah berjalan itu menjadi bagian edukasi yang terus kita ingatkan ke mereka terutama anak didik yang usianya masih perlu diingatkan oleh kita," katanya.

Pihaknya belum akan melakukan pembatasan aktivitas belajar mengajar di sekolah. Sebab, pembatasan berkaitan dengan kasus penyebaran Covid-19 yang saat ini masih landai.

"Vaksin kita ini kan terus-terusan walau mungkin saya dengar dari Pak Wali Kota kalau yang booster nya baru diangka 33 persen, ya mudah-mudahan ini terus 34, 35 dan seterusnya pokoknya," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA