Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Harga Daging Sapi di Pasar Kramat Jati tak Terpengaruh Wabah PMK

Jumat 13 May 2022 18:58 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Pedagang daging melayani pembeli di PD Pasar Jaya Kramat Jati, Jakarta. Harga daging sapi di Pasar Kramat Jati tak terpengaruh wabah penyakit mulut kaki PMK.

Pedagang daging melayani pembeli di PD Pasar Jaya Kramat Jati, Jakarta. Harga daging sapi di Pasar Kramat Jati tak terpengaruh wabah penyakit mulut kaki PMK.

Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Harga daging sapi di Pasar Kramat Jati tak terpengaruh wabah penyakit mulut kuku PMK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga daging sapi di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, tidak terpengaruh dengan adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Salah satu pedagang, Ranta Wijaya mengatakan harga daging sapi lokal di Pasar Kramat Jati tetap sama sejak kasus PMK merebak di Jawa Timur hingga meluas ke sejumlah wilayah.

"Harganya tetap Rp 150 ribu per kilogram untuk kualitas yang super (bagus), Rp 140 ribu per kilogram untuk kualitas yang biasa. Enggak naik atau turun," kata Ranta Wijaya di Jakarta, Jumat (13/5/2022).

Baca Juga

Ranta menambahkan harga daging sapi saat ini justru cenderung turun jika dibandingkan saat Idul Fitri 1443 Hijriah yang sempat naik menjadi Rp 160 ribu per kilogram. Meski demikian, dia mengatakan penurunan harga itu bukan dampak dari adanya wabah PMK yang mengganggu suplai dan distribusi daging sapi lokal.

"Ya memang habis Lebaran biasa turun, dari dulu juga begitu. Bukan karena ada penyakit itu (PMK). Karena di sini mayoritas dijual daging Sapi Bali dan Sapi BX (Brahman Cross)," ujar Ranta.

Sementara itu, Wiya salah satu pembeli daging sapi di Pasar Kramat Jati berharap pemerintah meningkatkan pengawasan agar daging sapi yang dijual di pasaran berasal dari hewan sehat.

Meskipun Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta hingga kini belum menemukan kasus hewan ternak terjangkit PMK namun antisipasi tetap perlu dilakukan.

"Ya ditingkatkanlah pemeriksaannya di tempat penampungan hewan. Karena saya sebagai pengusaha katering khawatir juga dengan itu," ujar Wiya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA