Jumat 13 May 2022 14:21 WIB

Menara Pandang Teratai Purwokerto Ditutup Sementara karena Lift Macet

Menara Pandang Teratai di Purwokerto ditutup sementara karena lift macet.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Bilal Ramadhan
Obyek wisata baru Menara Pandang Purwokerto di Jalan Bung Karno. Menara Pandang Teratai di Purwokerto ditutup sementara karena lift macet.
Foto: Republika/Idealisa masyrafina
Obyek wisata baru Menara Pandang Purwokerto di Jalan Bung Karno. Menara Pandang Teratai di Purwokerto ditutup sementara karena lift macet.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Menara Pandang Teratai Purwokerto ditutup sementara, setelah dibuka selama dua pekan. Obyek wisata baru yang terletak di Jalan Bung Karno, Purwokerto, ini baru dibuka sebelum Lebaran. Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan bahwa menara ini akan ditutup untuk pembenahan fasilitas.

"Menara Pandang Teratai di Kawasan Bung Karno sementara ditutup dalam rangka pembenahan dan penambahan fasilitas. Insya Allah buka kembali tanggal 1 Juni," ujar Bupati Banyumas, dalam postingan media sosial, dikutip Republika, Jumat (13/5/22).

Baca Juga

Ditutupnya menara ini disebabkan oleh insiden matinya lift pada Selasa (11/5/22) yang menimbulkan kepanikan pengunjung. Kepala BLUD Banyumas Yanuar Pratama membenarkan insiden macetnya lift tersebut.

Akibatnya, para pengunjung yang datang di hari yang sama meminta uang tiket dikembalikan. "Ada sekitar 30 orang yang minta tiket dikembalikan. Ditutup sementara karena ada pembenahan termasuk lift," kata Yanuar kepada Republika.

Meski hanya satu lift yang macet, dan satunya lagi dapat beroperasi, insiden ini tetap menjadi perbincangan berbagai kalangan. Salah seorang warga Karangklesem, Dina menilai, obyek wisata tersebut harus dipastikan benar-benar layak dikunjungi sebelum kembali dibuka.

Apalagi, lift merupakan salah satu fasilitas utama untuk membawa pengunjung naik ke menara. "Kalau belum, khawatirnya nanti lift nya mati lagi. Padahal kan perlu lift untuk naik ke atas," kata Dina.

Menara Pandang Teratai Purwokerto terletak di Jalan Bung Karno dan digadang-gadangkan sebagai simbol keragaman dan toleransi di Kabupaten Banyumas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement