Jumat 13 May 2022 13:51 WIB

Wagub DKI: Perbaikan dan Penyempurnaan PPBD Dilakukan Tiap Tahun

Wagub Ahmad Riza Patria sebut perbaikan dan penyempurnaan PPDB dilakukan tiap tahun.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Bilal Ramadhan
Petugas melayani orang tua murid berkonsultasi terkait prosedur pendaftaran daring Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Posko PPDB Jakarta Selatan, Jakarta. Wagub Ahmad Riza Patria sebut perbaikan dan penyempurnaan PPDB dilakukan tiap tahun.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Petugas melayani orang tua murid berkonsultasi terkait prosedur pendaftaran daring Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Posko PPDB Jakarta Selatan, Jakarta. Wagub Ahmad Riza Patria sebut perbaikan dan penyempurnaan PPDB dilakukan tiap tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan, pihaknya sejauh ini tengah mempersiapkan Pembukaan Peserta Didik Baru (PPDB). Menurutnya, tak ada kendala yang dialami sejauh ini.

“Iya ini kan setiap tahun ini kita terus melakukan evaluasi, revisi, perbaikan dan penyempurnaan ya,” kata Riza kepada awak media di Balai Kota DKI, Jumat (13/5/2022).

Baca Juga

Dia mengatakan, dalam dua tahun terakhir, pihaknya mendapat perbaikan sistem pembukaan yang lebih baik. Karena itu, dia yakin jika tahun ini PPDB akan lebih baik lagi.

“Nanti teknis detailnya kepala dinas pendidikan akan menjelaskan, prinsipnya terkait penerimaan baru bagi pelajar di tingkat sd, smp, smk, sma itu akan terus diperbaiki dan disempurnakan,” ucapnya.

Ditanya kasus diduga hepatitis akut misterius di DKI Jakarta, hingga kini katanya, berjumlah 21 orang. Namun demikian, jelas dia, PTM 100 persen masih akan tetap diberlakukan.

“Terkait hepatitis saat ini kita masih memberlakukan PTM 100 persen, belum ada pengurangan,” tuturnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan tetap memantau berbagai kemungkinan dari perkembangan penyakit yang mayoritas menyasar anak usia sekolah itu.

Dia menerangkan, dari 21 kasus tadi, 14 di antaranya merupakan anak di bawah usia 16 tahun, sisanya di atas 16 tahun. “Sudah termasuk yang meninggal tiga orang,” tuturnya.

Lanjut Riza, korban anak yang meninggal tersebut adalah kelompok usia di bawah 16 tahun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement