Thursday, 25 Syawwal 1443 / 26 May 2022

Biden Rela Habiskan 150 Juta Dolar AS untuk ASEN Demi Lawan China

Jumat 13 May 2022 12:08 WIB

Red: Esthi Maharani

Para pemimpin dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) berpose dengan Presiden Joe Biden dalam foto bersama di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, Kamis, 12 Mei 2022.

Para pemimpin dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) berpose dengan Presiden Joe Biden dalam foto bersama di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, Kamis, 12 Mei 2022.

Foto: AP/Susan Walsh
Biden janji habiskan 150 juta dolar yang bertujuan melawan pengaruh China di ASEAN

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Joe Biden membuka pertemuan para pemimpin Asia Tenggara dengan janji untuk menghabiskan 150 juta dolar buat infrastruktur, keamanan, kesiapsiagaan pandemi, dan upaya lain yang bertujuan melawan pengaruh saingannya China.

Pada Kamis (12/5/2022), Biden memulai pertemuan puncak dua hari dengan 10 negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Washington dengan makan malam untuk para pemimpin di Gedung Putih menjelang pembicaraan di Departemen Luar Negeri pada Jumat. Biden tersenyum lebar saat berfoto bersama di South Lawn Gedung Putih sebelum makan malam bersama perwakilan dari Brunei, Indonesia, Kamboja, Singapura, Thailand, Laos, Vietnam, Malaysia, dan Filipina.

Sementara invasi Rusia ke Ukraina ada dalam agenda, pemerintahan Biden berharap upaya itu akan menunjukkan kepada negara-negara bahwa Washington tetap fokus pada Indo-Pasifik dan tantangan jangka panjang China, yang dipandangnya sebagai pesaing utama negara itu.

Pada November saja, China menjanjikan bantuan pembangunan senilai 1,5 miliar dolar AS kepada negara-negara ASEAN selama tiga tahun untuk memerangi Covid-19 dan mendorong pemulihan ekonomi.

"Kami perlu meningkatkan permainan kami di Asia Tenggara," kata seorang pejabat senior pemerintah AS kepada wartawan.

"Kami tidak meminta negara-negara untuk membuat pilihan antara Amerika Serikat dan China. Namun, kami ingin menjelaskan bahwa Amerika Serikat mencari hubungan yang lebih kuat," tambahnya.

Komitmen keuangan baru tersebut mencakup investasi senilai 40 juta dolar dalam infrastruktur yang dimaksudkan untuk membantu dekarbonisasi pasokan listrik kawasan dan 60 juta dolar dalam keamanan maritim, serta sekitar 15 juta dolar dalam pendanaan kesehatan untuk membantu deteksi dini Covid-19 dan pandemi pernapasan lainnya, kata pejabat.

Pendanaan tambahan akan membantu negara-negara mengembangkan ekonomi digital dan undang-undang kecerdasan buatan. Penjaga Pantai AS juga akan mengerahkan kapal ke wilayah tersebut untuk membantu armada lokal melawan apa yang digambarkan Washington dan negara-negara di kawasan itu sebagai penangkapan ikan ilegal China.

Namun, komitmen itu tidak ada artinya dibandingkan dengan ikatan dan pengaruh China yang dalam. Biden sedang mengerjakan lebih banyak inisiatif, termasuk investasi infrastruktur "Bangun Kembali Dunia yang Lebih Baik" dan Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF). Tapi keduanya tidak ada yang final.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA