Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Ini Cara Aman Tangani Kecelakaan

Jumat 13 May 2022 10:03 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gita Amanda

Masyarakat awam diminta tidak melakukan hal-hal yang malah memperparah keadaan hingga nanti petugas medis datang. (ilustrasi)

Masyarakat awam diminta tidak melakukan hal-hal yang malah memperparah keadaan hingga nanti petugas medis datang. (ilustrasi)

Foto: www.freepik.com.
Masyarakat harus bisa mengontrol diri saat ingin menolong orang kecelakaan

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Kecelakaan bisa terjadi di mana dan kapan saja serta tidak dapat diprediksi. Tidak hanya di lalu lintas tetapi kecelakaan bisa terjadi di tempat lainnya seperti di Ken Park Surabaya beberapa waktu lalu.

Dokter spesialis bedah Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Andi Abdillah, mengimbau para masyarakat untuk bertindak tepat saat berada di situasi tersebut. Sebab, kecelakaan dapat menyebabkan luka ringan hingga luka berat.

Baca Juga

Untuk menghadapinya, masyarakat awam diminta tidak melakukan hal-hal yang malah memperparah keadaan hingga nanti petugas medis datang. "Maka, kami memberikan beberapa langkah pertolongan pertama untuk mencegah risiko yang lebih parah," jelasnya dalam siaran pers yang diterima Republika, Kamis (12/5/2022).

Hal pertama dan utama yang harus dilakukan, yakni jangan merasa panik. Masyarakat harus bisa mengontrol diri saat ingin menolong agar tindakan yang diperbuat bisa baik pula.

Jika bisa memposisikan diri sebagai pimpinan di lokasi kejadian, maka harus meminta orang-orang lain untuk ikut tenang. Selain itu juga menunjuk satu dua orang untuk segera menghubungi pihak medis atau rumah sakit.

Memeriksa kesadaran korban menjadi langkah yang ketiga. Langkah ini bertujuan untuk melihat korban mana yang menjadi prioritas untuk ditolong. Dalam istilah medis, langkah ini disebut dengan triase.

"Yaitu sistem yang digunakan dalam mengidentifikasi korban dengan cedera yang mengancam jiwa untuk kemudian diberikan prioritas dan dievakuasi ke fasilitas kesehatan," katanya.

Korban yang tidak sadar kemungkinan mengalami cedera pada bagian otak atau kepala, tulang belakang leher ataupun pendarahan dalam. Oleh karena itu, perlu memprioritaskan mereka yang mengalami luka berat.

Selanjutnya, masyarakat juga diminta untuk memeriksa pernapasan dan kondisi luka yang diderita para korban. Menurut Andi, sangat penting untuk memeriksa pernapasan agar para korban tidak kekurangan oksigen usai mengalami kecelakaan. Langkah ini bisa dilakukan dengan screening dan menanyakan pada korban mengenai keluhan sakitnya pada bagian tubuh mana.

Jika terdapat cedera bagian tangan atau kaki, diusahakan untuk memposisikan tangan atau kaki tetap lurus dan tidak menekuk. Sementara itu, jika ada luka luar atau pendarahan pada korban, bisa dengan menekan bagian luka dengan kasa atau kain bersih untuk menghentikan atau mengurangi pendarahan.

Satu hal penting lain yakni jangan memberi minum atau menyiram air pada korban yang tidak sadar. Ini tindakan yang cukup berbahaya karena bisa saja air masuk melalui saluran pernafasan. Hal ini kemudian malah membuat korban susah bernafas.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA