Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Akun Ruhut Sitompul: Maafkan Aku Manusia yang tak Luput dari Kesalahan

Jumat 13 May 2022 09:29 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Meme Anies Baswedan diunggah oleh akun Ruhut Sitompul.

Meme Anies Baswedan diunggah oleh akun Ruhut Sitompul.

Foto: Tangkapan Layar Twitter
Ruhut Sitompul dilaporkan ke Polda Metro karena mengunggah meme Anies dengan koteka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Akun Ruhut Sitompul meminta maaf bagi mereka yang masih marah. Menurutnya, pihak yang menghujat tidak tahu permasalahannya.  

"Taunya Aku dihujat habis2an tapi apa mau dikata apalagi yg hujat pada tdk ta’u permasalahannya tapi Aku harus berhikmat dan untuk semua yg masih marah2 Ma’afkan Aku Manusiah yg tdk luput dari kesalahan MERDEKA🤟👍🙏🇮🇩," tulis Ruhut lewat akun Twitter-nya, Jumat (13/5/2022). 

Baca Juga

Sebelumnya Politikus PDIP Ruhut Sitompul dilaporkan ke Polda Metro Jaya usai mengunggah meme Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswesdan memakai koteka di akun Twitter miliknya.  Hingga, Jumat (13/5/2022), Ruhut tak menghapus meme Gubernur Anies tersebut.

Meski begitu, Ruhut enggan ambil pusing laporan terhadapnya. Bahkan, ia mengaku siap menghadapi laporan itu. "Biasa saja, jadi kita harus hadapi. Kan begitu. Kita negara hukum harus menghadapinya dengan baik," ujar Ruhut kepada awak media di Jakarta, Kamis (12/5).

Ruhut mengaku belum menyiapkan kuasa hukum untuk mendampinginya menghadapi proses hukum yang bakal dihadapinya. Justru, Ruhut mengeklaim, ia bakal lebih dikenal orang dengan adanya kasus meme Anies Baswedan tersebut. "Saya senang, tambah beken. Aslinya sudah beken, nanti tambah beken," ucap Ruhut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan, penyidik menerima laporan dari Petrodes Mega MS Keliduan terkait kasus tuduhan rasialisme yang dilakukan Ruhut. Kendati demikian, Zulpan belum menjelaskan isi laporan dengan nomor LP LP/B/2299/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 11 Mei 2022 tersebut. "Ada laporannya di kami," kata Zulpan.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA