Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Serangan Kebencian Satukan Muslim di Portland

Jumat 13 May 2022 08:30 WIB

Rep: mgrol135/ Red: Dwi Murdaningsih

Kaca Masjid yang pecah dirusak orang. ilustrasi. Serangkaian serangan yang menargetkan tempat ibadah Muslim dan Yahudi di Portland telah menyatukan penduduk setempat.

Kaca Masjid yang pecah dirusak orang. ilustrasi. Serangkaian serangan yang menargetkan tempat ibadah Muslim dan Yahudi di Portland telah menyatukan penduduk setempat.

Foto: Muslim Association of Canada/Twitter
Serangkaian serangan yang menargetkan tempat ibadah Muslim dan Yahudi

REPUBLIKA.CO.ID, PORTLAND -- Serangkaian serangan yang menargetkan tempat ibadah Muslim dan Yahudi di Portland telah menyatukan penduduk setempat. Mereka saling mendukung melawan kebencian. 

Zakir Khan, ketua dewan di Council on American-Islamic Relations-Oregon, mengatakan kepada The New Arab bahwa insiden semacam itu adalah pengingat untuk selalu waspada dalam melindungi komunitas.

Baca Juga

“Ini benar-benar menunjukkan bahwa kita perlu berinvestasi dalam keragaman, kesetaraan, dan inklusi. Alih-alih belajar bagaimana membenci, orang bisa belajar bagaimana mencintai,” ucap dia. 

Ucapan Khan merujud pada serangan kebencian yang diluncurkan oleh Michael Bivins yang mencoba membakar Pusat Komunitas Muslim Portland pada 3 Mei. Untungnya, dinding luar dicat dengan bahan tahan api dan tidak terjadi kerusakan pada masjid.

Dua sinagog di daerah yang sama dirusak pada akhir April dan awal Mei. Dilansir About Islam, Rabu (11/5/2022). Setelah penyerangan, masyarakat berkumpul untuk saling mendukung dan juga mencoba memahami mengapa orang ini, mantan jurnalis yang sebelumnya pernah memberitakan ekstremisme justru melakukan kejahatan seperti itu.

"Ini adalah situasi yang menarik karena banyak orang mengenalnya tetapi tidak tahu dia akan terus melakukan kejahatan ini," tambah Khan.

Sebuah laporan yang diterbitkan oleh CAIR berjudul “Targeted: 2018 Civil Rights Report” mencatat 144 insiden anti-masjid pada tahun 2017, di mana 57 di antaranya dicap sebagai kejahatan rasial. Banyak komunitas lokal telah menawarkan dukungan kepada komunitas Muslim dalam banyak kasus.

Pada tahun 2021, anggota komunitas lokal di daerah Suffolk di Brentwood, New York, berkumpul untuk menunjukkan dukungan kepada masjid setempat yang dirusak bulan lalu.

Pada September 2019, perusakan tanda selamat datang baru di Islamic Center of Grand Junction, Colorado, mendorong masyarakat untuk menunjukkan dukungan dan memulai penggalangan dana untuk memperbaiki tanda yang rusak.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA