Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

29.941 Anak di OKU Sumsel Sudah Divaksinasi Covid-19 Lengkap

Kamis 12 May 2022 23:10 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 pada seorang anak (ilustrasi). Sebanyak 29.941 anak di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, sudah divaksinasi Covid-19 lengkap.

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 pada seorang anak (ilustrasi). Sebanyak 29.941 anak di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, sudah divaksinasi Covid-19 lengkap.

Foto: Antara/Siswowidodo
OKU optimistis dapat mencapai target sasaran 100 persen hingga akhir Mei 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, BATURAJA -- Sebanyak 29.941 anak di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, sudah divaksinasi Covid-19 lengkap hingga dosis kedua atau melebihi target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.

"Alhamdulillah hingga saat ini cakupan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun di OKU mencapai 72,98 persen melebihi target nasional," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Ogan Komering Ulu (OKU), Andi Prapto di Baturaja, Kamis (12/5/2022).

Baca Juga

Andi optimistis program vaksinasi anak di OKU dapat mencapai target sasaran 100 persen hingga akhir Mei 2022 atau menjelang tahun ajaran baru 2022-2023. Hal tersebut dilakukan agar seluruh anak khususnya pelajar sekolah di Kabupaten OKU dapat melaksanakan sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh jika seluruh siswa sudah divaksinasi lengkap.

Untuk mencapai target 100 persen tersebut saat ini pihaknya menggenjot vaksinasi tahap kedua bagi anak di wilayah itu melalui upaya jemput bola ke setiap sekolah hingga pelosok desa di Kabupaten OKU. Dinkes OKU juga mengoptimalkan seluruh puskesmas yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten OKU untuk memberikan pelayanan prima bagi anak yang akan disuntik vaksin.

Andi juga meminta dukungan dari orang tua siswa untuk mengajak anaknya ke tempat pelayanan vaksinasi terdekat guna disuntik vaksin agar terhindar dari penyebaran virus Corona. "Percepatan vaksinasi ini tidak lain bertujuan untuk mendukung proses belajar tatap muka agar dapat dilaksanakan secara penuh di sekolah di tengah pandemi Covid-19," ujarnya.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA