Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Tanda Anda Perlu Cek Kesehatan Mental ke Psikiater

Jumat 13 May 2022 00:33 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti

Tanda Anda membutuhkan layanan psikiater. (ilustrasi)

Tanda Anda membutuhkan layanan psikiater. (ilustrasi)

Foto: www.freepik.com
Psikiater dapat membantu Anda tetap sehat secara emosional dan mental.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS), sekitar dua dari lima orang di sana melaporkan mengalami setidaknya satu gejala kondisi kesehatan mental sejak pandemi Covid-19 melanda. Ada sedikit keraguan dari orang-orang yang sedang berjuang untuk mengatasinya sekarang.

Tidak sulit untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan mental yang mereka alami. "Orang-orang menghadapi banyak tantangan kecemasan tentang sakit, kehilangan orang yang dicintai, 'kerusuhan' sosial, pengangguran, dan banyak lagi," ujar Direktur Medis Aliansi Nasional untuk Penyakit Mental, dr Ken Duckworth, seperti dikutip dari laman Today, Kamis (13/5/2022).

Baca Juga

Seorang terapis atau psikiater dapat membantu Anda tetap sehat secara emosional dan mental. "Apakah Anda sedang menghadapi penyakit, keausan sehari-hari yang dihadapi tubuh dan pikiran kita, atau stres karena hidup melalui pandemi global?," kata Direktur Senior untuk Inovasi Perawatan Kesehatan di American Psychological Association, Vaile Wright.

Menurut dia, tidak ada yang kebal terhadap stres saat ini. Bahkan jika Anda menganggap diri Anda beruntung dibandingkan orang lain yang Anda kenal. Penting untuk tidak meremehkan betapa sulitnya menghadapi sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya selama ini.

Ada beberapa pertimbangkan apakah Anda harus menemui profesional kesehatan mental atau tidak. Simak penjelasannya:

1. Menggangu kehidupan

"Disarankan orang mencari terapis jika apa pun yang mereka hadapi sangat mengganggu kehidupan sehari-hari mereka," kata Wright.

Misalnya jika itu mengubah kebiasaan makan, menghentikan Anda dari tidur atau mandi, mengganggu kemampuan produktif di tempat kerja, atau kehidupan keluarga Anda. Dorongan untuk mencari bantuan tidak perlu menunggu masalah atau krisis menjadi besar.

2. Mengalami hal buruk

“Tidak apa-apa untuk mengakui bahwa beberapa hal dalam hidup Anda berjalan dengan sangat baik, tapi ada hal lain yang sangat menantang dan Anda mungkin memerlukan bantuan untuk itu,” ujar Wright.

Seorang dokter keluarga di Northwestern Medicine, dr Amitha Mushyam mengatakan,  semakin cepat Anda mencari bantuan untuk sesuatu yang mengganggu Anda, maka semakin baik. "Sering kali, orang mencoba mengatasi sendiri dan tidak mengenali keparahan gejala mereka dan seberapa banyak berbicara dengan seorang profesional dapat membantu," ujarnya.

3. Hubungan dengan teman terganggu

Hubungan yang kuat dengan teman dan keluarga penting untuk mengatasi stresor kehidupan sehari-hari. "Tapi hubungan dengan teman dan keluarga kita dimaksudkan untuk menjadi timbal balik," ujar Wright.

Terkadang apa pun yang Anda alami dapat benar-benar membebani hubungan itu karena memberi terlalu banyak tekanan pada teman dan keluarga kita. Pada akhirnya dapat merusak hubungan itu jika ketegangannya terlalu besar.

"Peran terapis Anda berbeda. Mereka ada di sana untuk fokus pada Anda dan apa yang Anda alami dan memiliki pelatihan untuk membantu Anda lebih memahami cara mengatasinya," ujar Wright. Mereka bisa jujur ​​dengan Anda tanpa takut menyakiti persahabatan.

Pergi kemana?

Psikiater adalah tenaga profesional berlisensi yang umumnya berfokus pada resep obat untuk membantu masalah kesehatan mental. Sementara psikolog biasanya lebih fokus pada terapi bicara dan perilaku dan tidak memiliki lisensi untuk meresepkan obat. Konselor berlisensi dan pekerja sosial juga cenderung berfokus pada terapi bicara.

Penyedia layanan yang berbeda memiliki keahlian yang berbeda. Tanyakan penyedia apakah mereka dapat membantu dengan masalah yang Anda hadapi. "Setiap penyedia juga memiliki kepribadian yang unik, yang mungkin cocok untuk Anda atau tidak," ujar Duckworth.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA