Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Pemprov DKI Imbau Warga Olah Daging Sapi dengan Tepat Cegah PMK

Kamis 12 May 2022 18:43 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Petugas memeriksa kondisi sapi di sebuah peternakan. Pemprov DKI mengimbau warga mengolah daging sapi dengan tepat untuk mencegah PMK.

Petugas memeriksa kondisi sapi di sebuah peternakan. Pemprov DKI mengimbau warga mengolah daging sapi dengan tepat untuk mencegah PMK.

Foto: dok. istimewa
Pemprov DKI mengimbau warga mengolah daging sapi dengan tepat untuk mencegah PMK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mengimbau warga mengolah daging sapi dengan tepat dan benar sebelum dikonsumsi, guna menghindaripenyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan hal itu dilakukan agar masyarakat tetap dapat mengkonsumsi daging saat muncul kekhawatiran penyebaranpenyakit mulut dan kuku.

Baca Juga

"Untuk ibu rumah tangga, para katering, sesungguhnya yang namanya daging, susu dan turunannya itu tetap bisa dikonsumsi dengan perlakuan tertentu," kata Suharini Eliawati di Jakarta, Kamis (12/5/2022).

Suharini mengingatkan jangan sampai daging sapi yang sebetulnya dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi menjadi turun kualitas karena penanganan yang kurang tepat.

"Apa contohnya? Begitu kita akan menyimpan dalam freezer pastikan secukupnya dengan kebutuhan kita. Jangan dua kilo, lima kilo dimasukkan ke freezer tapi nanti dikeluarkan kita ambil sepotong dimasukkan kembali. Itu akan menurunkan kualitas," ujar Suharini.

Hal yang sama juga berlaku bagi warga yang ingin mengkonsumsi jeroan di tengah kekhawatiran PMK yang merebak. "Kemudian bagian dari jeroannya kita harus hati-hati. Sebaiknya memang harus melalui perebusan. Isi rumennya harus diperlakukan sebaik-baiknya karena kalaupun tidak ada PMK itu akan mencemari lingkungan," ujar Suharini.

Tak hanya daging sapi, Suharini mengatakan susu yang dihasilkan dari sapi juga perlu diolah dengan cara melakukan dipanaskan. "Susu sebaiknya dipanaskan kurang lebih lima menit. Kalau dulu kita kenalnya dengan pasteurisasi, sekarang kita sampai mendidih dulu baru kemudian didinginkan di kulkas atau kita konsumsi," tutur Suharini.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA