Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Menko Airlangga Sebut Pemulihan Ekonomi Inklusif Jadi Prioritas Kepentingan Nasional

Kamis 12 May 2022 17:15 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Agus raharjo

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri acara Tempo-BNI The Bilateral Forum 2022, Kamis (12/5/2022).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri acara Tempo-BNI The Bilateral Forum 2022, Kamis (12/5/2022).

Foto: Istimewa
Airlangga mengatakan kunci menjaga pertumbuhan ekonomi terletak pada penguatan UMKM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, Pemerintah Indonesia sudah berada di jalur yang tepat dalam penanganan dampak pandemi Covid-19. Selain mengatasi sektor kesehatan, pemerintah sejauh ini berhasil menangani dampak pandemi dari sisi perekonomian dengan membangkitkan aktivitas ekonomi domestik.

Menko Airlangga menuturkan, pemerintah berhasil mengimplementasikan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan fokus pada insentif bisnis dan dukungan terhadap UMKM. "Dengan menjamin inklusivitas, kita akan dapat membangun masyarakat yang berdaya tahan lebih kuat setelah pandemi,” tutur Menko Airlangga dalam acara Tempo-BNI The Bilateral Forum 2022, Kamis (12/5/2022).

Baca Juga

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini menambahkan, Indonesia juga memiliki kesempatan mendemonstrasikan kepemimpinan untuk merespons berbagai tantangan internasional dalam Presidensi G20. Menurutnya, pemerintah bisa memainkan peranan penting dalam pemulihan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19 secara global.

Tujuannya, pemulihan bisa tercapai dengan lebih kuat, tahan uji, dan siap menghadapi krisis yang bakal terjadi di masa mendatang. “Tentu saja, kepentingan nasional adalah yang utama bagi Pemerintah Indonesia, yakni pemulihan ekonomi yang inklusif, berdaya tahan, dan berkelanjutan,” ujar Menko Airlangga.

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini mengatakan, strategi yang diterapkan pemerintah untuk menghadapi pandemi Covid-19 sudah menunjukkan bukti riil. Antara lain, ekonomi Indonesia mampu tumbuh di kisaran 5,01 persen pada Kuartal I – 2022. Catatan ini lebih baik dari negara Tiongkok yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi 4,8 persen, Jerman (4,0 persen), Korea Selatan, (3,1 persen), dan Singapura (3,4 persen).

Airlangga mengaku, sektor eksternal Indonesia juga bertahan cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan neraca perdagangan yang masih mencatatkan surplus dalam 23 bulan berturut-turut. Termasuk nilai tukar dan IHSG masih kuat, dan rasio utang eksternal Indonesia terhadap PDB masih berada di level aman.

“Proyeksi ekonomi yang membaik juga akan menciptakan kepercayaan diri publik dan investor, sehingga aktivitas ekonomi lokal akan meningkat pula,” ujarnya.

Menko Perekonomian mengatakan kunci menjaga pertumbuhan ekonomi terletak pada penguatan UMKM. Menurutnya, UMKM terbukti tangguh menjadi pndorong utama perekonomian saat negara menghadapi berbagai krisis finansial. Di Indonesia, kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan PDB mencapai 60,51 persen.

Pada kondisi ini, UMKM juga mampu menyerap tenaga kerja sekitar 97 persen dari total tenaga kerja nasional.

UMKM juga memainkan peranan penting meningkatkan investasi dan ekspor Indonesia. Total investasi di sektor ini tercatat 60,42 persen dari total investasi Indonesia. Jumlah ini berkontribusi sebesar 15,65 persen kepada ekspor non migas nasional.

“Untuk itu, Pemerintah juga terus memperkuat partisipasi UMKM ke dalam ekosistem ekonomi digital melalui kemudahan perizinan, insentif fiskal/pajak, sertifikasi, akses pasar, pembiayaan, pelatihan, pendampingan, dan akses bahan baku, yang didukung dengan menciptakan fair playing field, pembayaran digital, logistik, perlindungan data pribadi, sistem elektronik dan transaksi, serta membangun infrastruktur digital,” ujar Airlangga.

Pada akhir sambutan, Airlangga menjelaskan tantangan besar yang ada dalam memajukan perekonomian Indonesia. Untuk itu diperlukan kolaborasi yang erat antara seluruh pemangku kepentingan. “Kabar baik dan terpercaya yang disampaikan kepada masyarakat akan meningkatkan optimisme dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan,” ujarnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA