Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Polresta Pontianak Tangkap Seorang Calo CPNS

Kamis 12 May 2022 16:21 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Pontianak menangkap seorang ASN berinisial AS (50) di lingkungan Pemprov Kalbar. Ilustrasi.

Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Pontianak menangkap seorang ASN berinisial AS (50) di lingkungan Pemprov Kalbar. Ilustrasi.

Foto: Antara/Zabur Karuru
Calo menjanjikan korban lolos CPNS Bidan Pemprov Kalbar pada 2017 silam

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK - Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Pontianak menangkap seorang ASN berinisial AS (50) di lingkungan Pemprov Kalbar. Dia ditangkap lantaran menjadi calo dengan mengiming-imingi korban atau menjanjikan lulus CPNS asalkan membayar sejumlah uang.

"Pelaku atau calo tersebut kami tangkap setelah korbannya melapor karena telah ditipu dengan total kerugian sebesar Rp 55 juta," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Pontianak, Kompol Indra Asrianto dalam keterangan tertulisnya di Pontianak, Kamis (12/5/2022).

Baca Juga

Pelaku diduga melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP. Kejadian penipuan ini terjadi pada 25 Agustus 2017. Pelaku telah menawarkan kepada korbannya bisa meluluskan tes penerimaan CPNS di lingkungan Pemprov Kalbar asalkan mau membayarkan uang sebesar Rp 55 juta.

"Akan tetapi setelah korbannya membayar uang sebesar Rp 55 juta, hingga Desember 2017 ternyata tidak ada penerimaan CPNS. Kemudian korban meminta uang sebesar Rp 55 juta itu untuk dikembalikan. Namun hingga kini uang tersebut tidak juga dikembalikan hingga korban melaporkan kasus itu kepada Polresta Pontianak untuk proses lebih lanjut," ungkapnya.

Pelaku ditangkap saat berada di rumahnya di Komplek Sakura Mansion I, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (10/5/2022) sekitar pukul 17.20 WIB. Dari pemeriksaan sementara, pelaku mengakui perbuatannya dan menurut keterangan pelaku, anak korban tidak lulus CPNS dikarenakan kuota untuk penerimaan CPNS Bidan Pemprov Kalbar kuota sedikit.

"Menurut pengakuan pelaku, uang tersebut digunakan untuk keperluan sehari-hari dan untuk berobat," jelas Indra.

Kasatreskrim Polresta Pontianak mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya kepada calo atau siapa pun yang menjanjikan bisa meluluskan tes CPNS karena hal itu memang penipuan.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA