Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Peternak Minta Penanganan Wabah PMK Tuntas Sebelum Idul Adha

Kamis 12 May 2022 15:25 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Nur Aini

Petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) memeriksa kesehatan sapi yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), ilustrasi.

Petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) memeriksa kesehatan sapi yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), ilustrasi.

Foto: ANTARA/Rizal Hanafi
Wabah PMK di Jatim dikhawatirkan bisa menurunkan penjualan hewan ternak di Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemilik peternakan sapi di Kecamatan Pakal, Surabaya, Suyatno berharap pemerintah bisa segera mengatasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ribuan hewan ternak di sejumlah daerah di Jawa Timur. Apalagi, kata dia, dua bulan ke depan sudah masuk momen perayaan Hari Raya Idul Adha. Ia khawatir, wabah PMK di Jatim bisa menurunkan penjualan hewan ternak di Surabaya.

"Kami berharap menjelang momen Hari Raya Idul Adha, pemerintah bisa memastikan hewan ternak yang berada di Jawa Timur dalam kondisi sehat," ujarnya, Kamis (12/5/2022).

Baca Juga

Ia pun mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang menerjunkan dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk memeriksa kesehatan hewan di Kota Pahlawan. Menurutnya, hal itu penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang khendak membeli daging ataupun hewan ternak di Kota Surabaya.

"Khususnya di tempat saya, tidak ditemukan penyakit yang berbahaya seperti wabah PMK dan dipastikan hewan ternak saya sehat semua," ujarnya.

Dokter hewan dari DKPP Kota Surabaya, Rizal Maulana Ishaq memastikan, pihaknya bakal terus memeriksa kesehatan hewan ternak yang tersebar di Kota Pahlawan. Para peternak baik itu kambing atau domba dan sapi yang sudah terdata resmi secara bertahap akan dilakukan pemeriksaan secara bergiliran.

Total jumlah populasi kambing atau domba di Kota Pahlawan ada sebanyak 1.500 ekor. Sedangkan populasi sapi sebanyak 350 ekor. Rizal juga mengingatkan, PMK bukan penyakit yang dapat menyebar ke manusia. Ia juga memastikan, daging hewan yang terserang PMK tetap aman dikonsumsi.

"PMK sama sekali bukan penyakit zoonosis dan tidak menular kepada manusia. Maka masyarakat dipersilahkan untuk makan daging dan dipastikan aman," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA