Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Gedung Putih Kecam Pembunuhan Abu Akleh Tanpa Sebut Israel

Kamis 12 May 2022 08:56 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Wartawan dan petugas medis membawa jenazah Shireen Abu Akleh, seorang jurnalis jaringan Al Jazeera, ke kamar mayat di dalam Rumah Sakit di kota Jenin, Tepi Barat, Rabu, 11 Mei 2022.

Wartawan dan petugas medis membawa jenazah Shireen Abu Akleh, seorang jurnalis jaringan Al Jazeera, ke kamar mayat di dalam Rumah Sakit di kota Jenin, Tepi Barat, Rabu, 11 Mei 2022.

Foto: AP Photo/Majdi Mohammed
AS mendesak penyelidikan independen atas serangan terhadap jurnalis Aljazirah

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengecam pembunuhan jurnalis Al Jazirah Shireen Abu Akleh. Tanpa menyinggung pembunuhan dilakukan oleh pasukan Israel, ia mengatakan pemerintah AS mendesak penyelidikan independen atas serangan terhadap awak media dan meminta pertanggung jawaban pelaku serangan.

"Kami berduka cita mengetahui pembunuhan jurnalis Palestina-Amerika Shireen Abu Akleh, dan cedera produser Ali Samoudi hari ini di Tepi Barat, kami mengirimkan belasungkawa terdalam pada keluarga, sahabat dan mengecam keras pembunuhannya," cicit Psaki seperti dikutip Business Insider, Rabu (11/5/2022).

Baca Juga

"Kami mendesak penyelidikan yang menyeluruh dan cepat dan dipertanggungjawabkan penuh, penyelidikan terhadap media independen dan menghukum yang bertanggung jawab sangat penting," tulisnya.

"Kami akan terus mempromosikan kebebasan media dan melindungi jurnalis untuk dapat melakukan pekerjaan mereka tanpa takut pada kekerasan, ancaman pada nyawa atau keselamatan atau penahanan sewenang-wenang. Kematiannya merupakan kehilangan yang tragis pada kebebasan media di mana pun," tambah Psaki.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengindikasi Washington tidak akan mendesak penyelidikan independen pada pembunuhan tersebut. "Israel memiliki sarana, dan kemampuan untuk menggelar penyelidikan menyeluruh dan komprehensif," kata Price dalam konferensi pers.

Namun Ketua House of Representative Nancy Pelosi mendesak "penyelidikan yang menyeluruh dan objektif" atas pembunuhan Abu Akleh. Ia mengecamnya sebagai "tragedi yang mengerikan."

Pembunuhan ini terjadi saat hubungan AS dan Israel berada di masa yang paling sulit. Walaupun hingga saat ini masih tabu di Washington untuk mengkritik Israel. Tapi dalam beberapa tahun terakhir muncul politisi progresif dari Partai Demokrat yang mengkritik perlakuan pemerintah Israel pada rakyat Palestina.

Sejumlah kritik meminta AS berhenti mengirimkan bantuan tanpa syarat pada Israel atas pendudukan dan proses perundingan damai. Hal ini menempatkan pemerintah Presiden Joe Biden dan elemen-elemen Partai Demokrat dalam posisi sulit. Para politisi progresif meminta Washington menuntut pertanggungjawaban Israel atas pelanggaran hak asasi manusia yang mereka lakukan pada Palestina.

Perpecahan di dalam partai atas isu Israel semakin memanas pada perang Israel-Hamas tahun lalu. Anggota House of Representative Alexandria Ocasio-Cortez mengkritik keras pemerintah Biden.

Washington memberi dukungan pada Israel untuk membela diri atas serangan Hamas. Sementara Ocasio-Cortez dan rekan-rekannya mengatakan pemerintah Biden mengabaikan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Israel.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA