Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Dari Mana Datangnya Bisikan Kejelekan dan Bagaimana Cara Menghindarinya?

Kamis 12 May 2022 04:27 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Berdzikir agar terhindar dari bisikan kejelekan. Ilustrasi. Bisikan kejelekan bisa berakibat fatal pada terkotorinya hati seseorang

Berdzikir agar terhindar dari bisikan kejelekan. Ilustrasi. Bisikan kejelekan bisa berakibat fatal pada terkotorinya hati seseorang

Foto: Thoudy Badai/Republika
Bisikan kejelekan bisa berakibat fatal pada terkotorinya hati seseorang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Butuh upaya yang sungguh-sungguh untuk bisa membersihkan hati dari setiap bisikan-bisikan kejelekan.

Orang yang dapat membersihkan hatinya dari setiap kejelekan atau penyakit-penyakit hati seperti ujub dan lainnya tentu akan mendapatkan ketenangan dan kedamaian hidup serta selamat di dunia dan di akhirat. Lalu bagaimana caranya agar hati terhindar dari bisikan-bisikan kejelekan?

Baca Juga

Pimpinan Majelis Ahbaabul Musthofa, Habib Hasan bin Ismail Al Muhdor, menjelaskan bahwa bisikan-bisikan kejelekan merupakan hal yang biasa yang pasti dialami oleh manusia, khususnya para pemula yang berupaya untuk membersihkan hatinya. 

Menurut Habib Hasan, bisikan-bisikan kejelekan itu adakalanya datang dari hati, adakalanya datang dari nafsu dan adakalanya datang dari bisikan setan. 

Dengan demikian, menurut Habib Hasan, yang perlu dilakukan pertama oleh seseorang yang hendak membersihkan hatinya adalah jangan ridho dengan bisikan-bisikan kejelekan tersebut. 

"Ketika ada bisikan itu, kita merasa lebih baik, merasa menjadi orang baik, kita istighfar," kata Habib Hasan saat mengisi program tanya jawab dalam kajian yang disiarkan di kanal resmi YouTube Ahbaabul Musthofa Channel beberapa waktu lalu. 

Selain itu, Habib Hasan mengatakan seseorang yang hendak membersihkan hatinya harus mengingkari bisikan-bisikan kejelekan tersebut. Bisikan kejelekan itu menjadi salah satu trik setan menggoda manusia agar timbul was-was sehingga manusia putus asa dan merasa bahwa dirinya tidak lantas mendapat rahmat Allah SWT. 

Habib Hasan mengatakan banyak orang sibuk dengan ibadah zahir tetapi lupa untuk memperhatikan hatinya. Padahal itu sangat penting, oleh karena itu  hendaknya setiap individu Muslim menjadi penjaga bagi hatinya, selalu memperhatikan hati, dan menghindari kejelekan hati.

"Ketika ada yang jelek, astagfirullah, ketika dihormati orang terlintas saya ini orang mulia, kita langsung sadar karena kita selalu menjaga hati kita. Sehingga sedikit (kejelekan) yang masuk, kita sadar, astagfirullah hamba-Mu ini paling hina," katanya.    

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA