Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Pesantren Bisa Dukung Bank Syariah dan Lembaga Zakat  

Rabu 11 May 2022 18:31 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil

 Pesantren Bisa Dukung Bank Syariah dan Lembaga Zakat. Foto:  Ilustrasi Pondok Pesantren

Pesantren Bisa Dukung Bank Syariah dan Lembaga Zakat. Foto: Ilustrasi Pondok Pesantren

Foto: ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI
Lembaga zakat dan bank syariah bisa didukung pesantren.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pengamat Ekonomi Syariah, Yusuf Wibisono, melihat bahwa pesantren bisa mendukung bank syariah dan lembaga amil zakat. Caranya dana pesantren se-Indonesia dikelola bank syariah dan potensi zakat di pesantren disalurkan ke lembaga amil zakat yang formal.

Yusuf menanggapi Menteri BUMN Erick Thohir yang mengatakan bahwa pesantren menjadi salah satu penggerak ekonomi umat guna meningkatkan perekonomian.

Baca Juga

Yusuf mengatakan, pesantren punya potensi ekonomi yang besar adalah isu lama yang sudah sering disampaikan. Tapi sepertinya belum ada riset atau data statistik yang cukup komprehensif untuk menggambarkan kondisi dan potensi ekonomi dari pesantren-pesantren yang ada.

"Secara umum pesantren adalah lembaga pendidikan itu betul, tapi dengan jumlahnya yang sangat signifikan tentu kalau dengan sejumlah strategi tertentu bisa juga diarahkan untuk meraih beberapa potensi ekonomi," kata Yusuf kepada Republika, Rabu (11/5/2022).

Ia menerangkan, kalau jumlah pesantren puluhan ribu misalkan sekitar 30 ribu pesantren, dan di dalam satu pesantren mengelola 100 santri, pasti ada perputaran dana besar di pesantren. Kalau seluruh pesantren di Indonesia dananya dikelola bank syariah, maka akan ada dana tambahan pihak ketiga yang bisa dikelola oleh bank syariah.  

Ia menambahkan, kalau misalnya seluruh potensi dana zakat dari pesantren terhimpun dalam satu lembaga amil zakat yang formal, tentu ada tambahan dana zakat yang cukup besar. Selain itu, bisa dihitung besarnya jumlah produk halal yang dikonsumsi santri, mulai dari makanan, minuman, sabun, kosmetik, obat-obatan dan lain sebagainya.

"Saya pikir pasti besar potensi (ekonomi pesantren) karena jumlahnya signifikan, jumlah pesantrennya banyak dan santrinya jutaan pasti potensi ekonominya besar," ujar Yusuf.

Menurutnya, jumlah pesantren sepertinya masih bisa terus bertambah dari waktu ke waktu. Jumlah masjid saja sudah sekitar satu juta masjid, jumlah pesantren juga harusnya signifikan.

Sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, pesantren menjadi salah satu penggerak ekonomi umat guna meningkatkan perekonomian.

"Ekonomi untuk tumbuh memerlukan banyak unsur penggerak. Sehingga kita punya tanggung jawab menggerakkan kembali pesantren sebagai salah satu tonggak ekonomi umat untuk menumbuhkan perekonomian," ujar Erick.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA